Sabtu, 16 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Mengenai Penyakit X yang Kini Ramai, Indonesia Disebut masuk Daerah Rawan

Menurut Ahli Kesehatan Masyarakat sekaligus Epidemiolog Dicky Budiman Indonesia termasuk rawan untuk kemunculan penyakit x atau infeksi baru

Tayang:
Editor: muslimah
Tribun Bali
Ilustrasi Virus 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Berikut sejumlah faktor yang membuat Indonesia rawan terhadap penyakit X.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini membahas soal potensi Penyakit X tersebut.

Apa itu penyakit X?

Baca juga: Ayam dari Dukun Dicuri, Bu Kades Penjarakan Warganya, Cerita Puasa 40 Hari untuk Mendapatkannya

Baca juga: Saat Warga Gaza Kelaparan, Antre Makanan Diroket, Tentara Israel Pamer Stok Logistik Berlimpah

Penyakit X adalah istilah untuk menggambarkan penyakit yang belum diketahui patogennya tapi berpotensi menyebabkan krisis kesehatan global.

Menurut Ahli Kesehatan Masyarakat sekaligus Epidemiolog Dicky Budiman Indonesia termasuk rawan untuk kemunculan penyakit x atau infeksi baru.

 "Saya termasuk mengingatkan bahwa Indonesia termasuk rawan untuk kemunculan penyakit infeksi baru. Antara lain bisa berkontribusi kejadian pandemi atau penyakit X," ungkapnya pada Tribunnews, Jumat (26/1/2024).

Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan Indonesia rawan menghadapi penyakit X.

Pertama karena faktor geografi.

Indonesia merupakan negara kepulauan. Sehingga terdapat keragaman geografi.

Di sisi lain Indonesia dekat dengan negara lain karena diapit oleh dua benua yaitu Asia dan Australia.

Kedua, Indonesia memiliki densitas yang tinggi, populasi Indonesia hampir 270 juta.

Tingginya desintas dari populasi di beberapa area bisa berpotensi mudahnya penularan penyakit.

"Seperti di kota besar padat, terutama dengan lokasi wilayah tinggal dengan padat penduduk dan interaksinya tinggi," jelas Dickym

Ketiga, dari segi infrastruktur kesehatan, ada beberapa wilayah yang belum memadai bahkan masih buruk. Khususnya di daerah terpencil.

"Dan ini akan menjadi tantangan dalam mengakses layanan kesehatan. Sehingga pada gilirannya akan menjadi kendala atau masalah dalam deteksi," jelas Dicky.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved