Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Rektor UMK Sebut Pentingnya Fokus Pembangunan Sumber Daya Manusia Menghadapi Bonus Demografi

Rektor Universitas Muria Kudus, Darsono, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama dalam agenda nasional

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Prof. Darsono, Rektor UMK Kudus/Dok. Humas UMK 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Rektor Universitas Muria Kudus, Darsono, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus menjadi fokus utama dalam agenda nasional, khususnya untuk mengatasi bonus demografi di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikannya usai Forum Rektor Indonesia (FRI) baru-baru ini menggelar Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan XXV tahun 2024 di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kampus Lidah Wetan.

Acara tersebut mengangkat tema "Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul, Inovatif, dan Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045" dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Komitmen Terhadap Konservasi Alam, UMK Teken MoU Dengan Djarum Foundation

Darsono, Rektor Universitas Muria Kudus (UMK), menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan FRI 2024, karena dianggap dapat memberikan inspirasi dalam konteks pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Kehadiran Presiden Jokowi dan sejumlah menteri, termasuk Menteri Sekretaris Negara, Menteri Pendidikan, dan Menteri Investasi, menunjukkan betapa krusialnya peran pendidikan tinggi dalam kemajuan negara.

"Prioritas utama kita saat ini adalah pembangunan SDM mengingat Indonesia sedang menghadapi bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak produktif,” ujarnya pada Senin (29/1/2024).

Darsono menambahkan, "Ini adalah peluang yang harus dimanfaatkan untuk kemajuan negara, namun juga dapat menjadi tantangan jika tidak dikelola dengan baik."

Lebih lanjut, Darsono berharap bahwa Forum Rektor dapat menjadi platform untuk berbagi ide, mengidentifikasi masalah, dan mengambil langkah-langkah inovatif yang produktif demi kemajuan Indonesia.

Dia juga mengajak para rektor dan lembaga pendidikan tinggi untuk berperan aktif dalam memajukan pendidikan, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada kemajuan negara.

Sementara itu, dalam pidatonya, Presiden RI, Jokowi, menyoroti kompleksitas dinamika global yang semakin penuh ketidakpastian. Jokowi menekankan peran penting perguruan tinggi dalam merumuskan strategi menghadapi ketidakpastian politik global.

Selain itu, Jokowi mengajak perguruan tinggi untuk mengintegrasikan strategi pembangunan yang berfokus pada nilai-nilai manusia dan budaya Indonesia. Dia juga menekankan peran strategis perguruan tinggi sebagai lembaga riset, dengan keyakinan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta inovasi melalui riset berkualitas akan terus memperkuat kemajuan.

“Saya sering mengatakan bukan hanya penting untuk menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk terus belajar. SDM yang tangguh secara fisik, mental, dan moral, mampu menghasilkan karya-karya berkualitas,” tandasnya.

Sejumlah menteri turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Tak hanya itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga tampak hadir mendampingi Presiden Jokowi. (Rad)

G.COM, 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved