Berita Jateng
Jemaah Ahmadiyah di Jawa Tengah, Tak Putus Dirundung Diskriminasi
Jemaah Ahmadiyah di Jawa Tengah, tak putus dirundung diskriminasi namun bisa tetap eksis sampai sekarang.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Azan magrib berkumandang melalui pengeras suara dari Masjid Al-Husna milik Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Dusun Krucil, Desa Winong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.
Satu per satu, penduduk Dusun Krucil mulai menginjakkan kakinya di lantai masjid yang dingin.
Pedagang wedang ronde yang kebetulan melintas di depan masjid ikut beringsut menunaikan salat.
Baca juga: Larang Acara Tahunan Ahmadiyah di Donohudan, Kemenag Tak Khawatir Indeks Kerukunan di Jateng Anjlok
Suasana masjid tampak tenang, hanya sesekali suara teriakan anak-anak yang saling berkejaran.
Dusun Krucil dikenal sebagai kampung Ahmadiyah karena mayoritas warganya adalah anggota JAI.
Tahun 2024, ada 382 anggota JAI tinggal di Krucil.
Jumlah ini menabalkan Krucil sebagai dusun dengan anggota JAI terbesar di Jawa Tengah.
Di Indonesia, Ahmadiyah adalah salah satu kelompok Islam yang masih mendapat perlakuan diskriminatif.
Terakhir, Kementrian Agama (Kemenag) Jawa Tengah menolak memberikan rekomendasi pertemuan nasional Jemaah Ahmadiyah di Boyolali, Oktober 2023.
Sumber diskriminasi ini adalah stempel sesat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Dasarnya, SKB Tiga Menteri dan Fatwa MUI. Dua dasar itu bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak bisa menjadi landasan hukum," ujar Mubaligh JAI Jateng wilayah 3 Semarang, Saefullah Ahmad Farouq kepada Tribun Jateng, Selasa (24/10/2023).
Ketika suara iqomah berkumandang, para jemaah saling merapatkan diri dalam barisan saf, siap menjalankan salat Maghrib.
Petang itu, ada tiga saf jemaah pria, setiap saf berisi 15 orang. Dipisahkan kain pembatas warna hijau, di bagian belakang berisi jemaah perempuan, Sabtu (13/1/2024).
Cara salatnya sama dengan umat Islam lainnya. Hanya saja, imam salat memelankan suara bacaan bismillah saat mulai membaca surat Al-Quran.
Selepas salat Maghrib dan Isya, mereka tetap bertahan di masjid. Sementara itu warga Ahmadiyah lainnya mulai datang ke masjid untuk menghadiri pengajian rutin bulanan.
| Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Minggu 12 April 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Disertai Petir |
|
|---|
| Pemprov Jateng Wadahi 400 Paralegal Muslimat NU ke Program Kecamatan Berdaya |
|
|---|
| Pemprov Jateng Bersiap Hadapi Musim Kemarau, Manfaatkan Seribu Embung, Pipanisasi dan Sumur |
|
|---|
| Ombudsman : Integritas Pelayanan Publik Jadi Persoalan Serius di Jawa Tengah |
|
|---|
| Curiga Pangkalan LPG Abal-abal di Sekitar Anda? Begini Cara Ceknya |
|
|---|