Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liputan Khusus

Kala Biaya Kuliah di PTS Lebih Murah Dibanding PTN Jalur Mandiri

Sebagian besar calon mahasiswa baru sudah mendapat kampus negeri sesuai yang diidam-idamkan. Baik melalui jalur seleksi nasional berdasar prestasi (SN

ISTIMEWA
ilustrasi Rupiah biaya kuliah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Sebagian besar calon mahasiswa baru sudah mendapat kampus negeri sesuai yang diidam-idamkan. Baik melalui jalur seleksi nasional berdasar prestasi (SNBP) atau jalur rapor, jalur seleksi nasional berdasar tes (SNBT) jalur tes. Dan baru saja diumumkan kemarin 5 Juli, hasil seleksi melalui jalur Ujian Mandiri.

Ujian Mandiri masuk PTN dikenal sebagai jalur paling mahal. Tiap calon mahasiswa baru (maba) mengisi formulir Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI). Bila dinyatakan diterima makak SPI harus dibayarkan.

Setelah itu, mahasiswa baru tersebut, secara otomatis mendapat kewajiban Uang Kuliah Tunggal (UKT) grade paling tinggi. Misal di suatu kampus ada grade 1 hingga 8, maka maba jalur mandiri akan bayar UKT sesuai grade 8.

Tribunjateng.com menemui seorang calon mahasiswa baru sebut saja namanya Mayada. Dia sempat menangis karena tak bisa melanjutkan kuliah. Kedua orang tuanya pekerja serabutan dan ibu rumah tangga. Di sisi lain, juga harus membiayai kedua adiknya yang masih kecil.

Kepada Tribun Jateng, Minggu (7/7) Maya, demikian Mayada akrab disapa bercerita, sangat ingin kuliah jurusan Ilmu Komunikasi di Undip.

Berbekal peringkat lima besar di sekolahannya MA EL-QOSIMI, Karangreja, Kutasari, Purbalingga ia mendaftarkan diri untuk masuk ke Undip melalui jalur UTBK-SNBT 2024. Alasannya menempuh jalur itu karena menurutnya bisa lebih murah, tidak perlu membayar uang gedung melainkan hanya Uang Kuliah Tunggal (UKT) tiap semester.

Berbeda dengan jalur Ujian Mandiri (UM) yang menurutnya sangat mahal. Ia mendapatkan informasi bahwa rata-rata uang gedung jalur UM berkisar paling kecil Rp40 juta. Orangtuanya tak mampu bayar segitu.

Pada bulan Mei 2024, ia mengikuti tes UTBK-SNBT 2024, dan baru di Juni hasil pengumuman diperoleh. Sayang namanya tidak berhasil lolos, meski masih ada kesempatan melalui jalur UM namun biaya uang gedung yang mahal menjadi pertimbangan.

“Biaya pendaftarannya aja Rp350 ribu, iyaa kalau diterima. Belum nanti biaya uang gedung, saya dapat informasi untuk ilmu komunikasi minimal Rp 30 juta,” keluhnya.

Maya mengaku juga mencoba mendaftar di kampus swasta yaitu Unimus Semarang. Di universitas tersebut dirinya diterima di Fakultas Teknologi Pangan, namun ketika mengetahui biaya yang perlu dikeluarkan niat tersebut kembali diurungkan.

Rincian biaya yang perlu dikeluarkan untuk masuk Unimus total Rp 8.660.000. Rinciannya Rp 4.160.000 per semester terdiri dari SPP, SKS, dan Praktikum lalu Rp3.500.000 uang DPM dan DPI yang hanya dibayar sekali selama kuliah.

Menurutnya biaya Rp 4.160.000 per semester masih tergolong mahal untuk kuliah swasta. Belum nanti biaya lain-lain selama perkuliahan. Maya berfikir jika uang sejumlah tersebut untuk kuliah di kampus negeri masih sebanding dan orangtuanya pun sebisa mungkin akan memenuhi. "Nanti kalau ada rezeki, ngumpulin uang sendiri dulu buat bayar kuliah. Sementara keinginan kuliah ditunda dulu," pungkasnya.

UKT Rp 22 Juta

Berdasarkan data, biaya UKT Program Sarjana UM Undip 2023/2024 dibagi dalam delapan golongan. Golongan pertama Rp500 ribu dan golongan paling tinggi Rp22 juta per semester untuk juruan Fakultas Kedokteran.

Sedangkan biaya SPI di Undip tahun 2023 / 2024 dibagi dua golongan, golongan pertama mulai dari paling murah Rp10 juta dan paling mahal golongan dua, Rp 250 juta untuk Fakultas Kedokteran.

Mahasiswa Teknik Komputer angkatan 2023 Undip, Aqila Niam Faza bercerita, bercerita UKT setiap mahasiswa berbeda-beda. Dirinya tergolong paling mahal yakni Rp 9,5 juta per semester. Sedangkan untuk uang gedung jalur UM yang dilaluinya mengeluarkan biaya 45 juta belum termasuk uang pendaftaran.

Tidak Naik

Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, SE, MSi, menegaskan sejak awal telah menyatakan diri tidak menaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ia juga tidak merasa kaget saat Pemerintah membatalkan kenaikan UKT di universitas negeri tahun 2024.

Pembatalan kenaikan UKT 2024 karena banyaknya penolakan akibat naik terlalu tinggi.

"Terlambat sih karena Undip sudah mengumumkan itu 29 April ketika saya dilantik. Kita sudah lebih dulu menyatakan UKT tidak naik, uang Iuran Pengembangan Institusi juga tidak naik. Cuma Undip yang berani begitu," kata Rektor Undip.

Kampus Swasta

Ada beberapa kampus swasta di Semarang atau Jawa Tengah yang mempunyai peringkat bagus di level nasional. Sebut saja Unika Soegijapranata, UKSW Salatiga, UMS Solo, Udinus, USM, Unissula, Untag, Unwahas, Unimus, dan lain-lain.

Kampus-kampus swasta tersebut telah memiliki ribuan mahasiswa dan banyak meluluskan alumni. Selain itu, banyak jurusan di kampus swasta tersebut sudah menyandang akreditasi unggul atau A.

Dan zaman sekarang biaya kuliah di kampus swasta hampir sama dengan di PTN. Bahkan bila dibandingkan kuliah di negeri melalui jalur Mandiri maka kuliah di PTS lebih terjangkau.

Sebut saja Unika Soegijapranata atau sekarang dikenal sebagai Soegijapranata Catholic University (SCU). Rektor Unika Soegijapranata, Ferdinandus Hindarto menegaskan kampusnya memberikan solusi untuk meringankan biaya kuliah calon mahasiswa baru.

Tanpa Uang Gedung

Mulai tahun 2023 Unika Soegijapranata merubah skema pembayaran mahasiswa. Jika dulu mahasiswa baru dikenakan uang gedung, uang kuliah tetap, uang SKS. Sekarang biaya-biaya itu sudah dihilangkan dan diganti menjadi Biaya Kuliah Semester (BKS).

"Jadi sudah tidak pakai uang gedung lagi, tidak ada uang kuliah pokok. Sekarang semua dijadikan satu dan kami bagi delapan semester. Jadi semua pengeluaran sampai wisuda sudah ada di situ," terang Pak Ferdi panggilan akrabnya, kepada Tribun Jateng, Senin (8/7/2024).

Lanjutnya, mahasiswa per semester dikenakan BKS kisaran Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Biaya itu sudah termasuk mengangsur uang gedung. Tak hanya itu pihaknya juga membuka beasiswa dengan prestasi maupun nilai rapot.

"Jadi masih lebih murah ketimbang UKT PTN jalur mandiri. Makannya kami plot 8 semester. Kalau ada yang lulus 7 semester dapat diskon. Mahasiswa diuntungkan. Jadi ini berlaku untuk fakultas non kedokteran," ujarnya.

Menurutnya jika Fakultas Kedokteran uang gedung mencapai Rp 300 juta dan bisa diangsur tiga kali. Kemudian uang semester dikenakan Rp 25 juta.

"Untuk fakultas kedokteran model pembayarannya berbeda karena operasionalnya berbeda dengan fakultas lain. Berbeda halnya untuk pendidikan profesi dokter. Per semester pendidikan profesi dokter dikenakan Rp 35 juta," tuturnya.

Ia mengklaim biaya yang dikenakan di universitasnya jauh lebih murah ketimbang PTN jalur mandiri. "Jadi sama jalur mandiri ya biaya kami jauh lebih murah," tuturnya. (wan/rtp/tim lipsus-bersambung)

Baca juga: Semifinal Piala Eropa 2024 : Spanyol vs Prancis Duel Tim Tersukses Abad Ini

Baca juga: Detik-detik Ibu Pegi Bawakan Baju Ganti setelah Gugatan Praperadilan Dikabulkan PN Bandung

Baca juga: Ahli Bedah Jantung Jadi Presiden Iran, Masoud Pezeshkian akan Dilantik Bulan Depan

Baca juga: Polisi Geledah Rumah Muhammad Saleh Mukadam Temukan 4 Senpi Organik

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved