Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Thailand

MK Thailand Pecat Perdana Menteri Srettha Sedih Dicap Tidak Jujur

Mahkamah Konstitusi Thailand, pada Rabu (14/8), memecat Perdana Menteri, Srettha Thavisin.

X/twitter
Srettha Thavisin 

TRIBUNJATENG.COM, BANGKOK -- Mahkamah Konstitusi Thailand, pada Rabu (14/8), memecat Perdana Menteri, Srettha Thavisin.

Pemecatan Srettha berkait dengan penunjukan menteri kabinet, yaitu Pichit Chuenban, yang pernah dihukum karena tindak pidana.

MK mengecap Srettha tidak jujur dalam kasus etika tersebut. Para hakim dengan suara 5:4 memutuskan bahwa perdana menteri berusia 62 tahun itu melanggar aturan.

Putusan ini dikeluarkan seminggu setelah MK Thailand membubarkan partai oposisi utama, Move Forward Party (MFP), dan melarang mantan pemimpinnya berkecimpung di dunia politik selama sepuluh tahun.

Hakim Punya Udchachon mengatakan, pengangkatan yang dilakukan Srettha tidak jujur dan melanggar standar ertika.

"Jabatan menteri oleh perdana menteri dihentikan berdasarkan konstitusi," lanjutnya, dikutip dari kantor berita AFP.

Menurut MK Thailand, Srettha pasti tahu Pichit pernah terjerat kasus pada 2008 saat mengangkatnya menjadi menteri.

Dengan putusan MK ini, Srettha lengser tak sampai setahun setelah menjabat. Ia menjadi perdana menteri ketiga dari partai Pheu Thai yang dipecat oleh Mahkamah Konstitusi.

Selama dua dekade terakhir, politik Thailand mengalami ketidakstabilan kronis yang diperparah dengan kudeta dan demo jalanan. Konflik juga terjadi antara militer, kelompok pro-kerajaan, dan partai progresif yang terkait Eks-Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.

Wakil Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, akan menggantikan Srettha sebagai penjabat PM sementara sampai parlemen bersidang untuk memilih penggantinya.

Sementara itu, Srettha mengaku sedih dicap tidak jujur, tetapi akan mematuhi keputusan pengadilan.

"Saya menghormati putusan tersebut. Saya tegaskan bahwa selama hampir satu tahun saya memegang jabatan ini, saya berusaha dengan niat baik untuk memimpin negara dengan kejujuran," kata Srettha kepada wartawan di luar kantornya. (kps/Tribunnews/afp)

Baca juga: BI Se-Wilayah Jateng Gelar Program Sejuta Pekerja Melek QRIS

Baca juga: Penyebab Truk Hilang Kendali Karena Tak Kuat di Tanjakan Semarang, Diduga Telat Oper Persneling

Baca juga: KPU Jateng Tetapkan Jumlah DPS dan TPS untuk Pelaksanaan Pilgub

Baca juga: Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Minyakita Resmi Naik menjadi Rp 15.700/liter

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved