Modal Rp30 Juta, Hasil Rp30 Ribu: Petani Banyumas Bertaruh dengan Cuaca Ekstrem
Hujan deras menyebabkan gagal panen cabai petani Banyumas. Dari modal Rp30 juta, hanya 2 kilogram cabai terselamatkan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Nasib malang dialami Risum (40), seorang petani cabai merah keriting asal Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Akibat hujan yang terus mengguyur, ia mengalami gagal panen, dengan hanya 2 kilogram cabai yang berhasil dipanen dari lahan seluas satu hektar.
"Cabainya busuk, karena cuaca yang sering hujan. Sudah rontok dan busuk satu minggu ini," ungkap Risum, Senin (16/12/2024).
Hal serupa juga dialami Kusno (45), petani cabai lainnya.
Ia menjelaskan bahwa biasanya dari satu hektar lahan bisa menghasilkan hingga 3 ton cabai. Namun, musim hujan kali ini membuat hasil panennya turun drastis.
"Dari petani, harga per kilogram cabai sekarang Rp30 ribu, tapi karena busuk dan hujan terus-menerus, hasilnya jauh dari harapan," kata Kusno.
Kusno mengungkapkan, untuk satu kali tanam cabai, ia mengeluarkan modal awal sebesar Rp30 juta.
Jika panen berjalan normal, ia bisa mendapatkan omzet hingga Rp60 juta, dengan keuntungan bersih sekitar Rp15 juta.
Namun, gagal panen kali ini membuat modalnya nyaris tidak kembali.
"Ada cara mengatasi cabai agar tidak busuk di kondisi cuaca buruk, yaitu menggunakan obat khusus. Namun, biaya obat ini cukup mahal, sekitar Rp1 juta untuk sekali semprot, dan harus dilakukan setiap minggu," tambah Risum.
Sebagai langkah antisipasi setelah gagal panen, Risum kini menanami lahannya dengan kacang dan sawi, tanaman yang lebih tahan terhadap cuaca buruk.
Gagal panen yang dialami para petani ini menjadi cerminan betapa besarnya tantangan yang dihadapi sektor pertanian di tengah perubahan cuaca ekstrem.
Para petani berharap adanya dukungan atau subsidi dari pemerintah untuk membantu mereka bertahan menghadapi situasi ini.
| Perbaikan Jembatan Kutasari Rampung 20 Hari, DPU Banyumas Anggarkan Rp600 Juta |
|
|---|
| Koperasi Desa Merah Putih Dibangun di Taman Budaya, Seniman Banyumas: Kegiatan Lagi Mulai Padat |
|
|---|
| Bikin Resah Warga, 194 Kendaraan Balap Liar dan Knalpot Brong Disita Polresta Banyumas |
|
|---|
| 5 Mahasiswa Unsoed Purwokerto Jadi Tersangka, Buntut Kekerasan Seksual Berujung Pengeroyokan |
|
|---|
| Kasus Sultan Nusantara Banyumas Naik Penyidikan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kondisi-gagal-panen-cabai-oleh-petani-cabai-di-Desa-Rempoah.jpg)