Mobil tidak bisa berjalan sendiri dan harus ditarik kendaraan lain saat terjebak.
Jembatan penghubung antar-kecamatan hanyut diterjang banjir dan saat ini masih dalam proses perbaikan oleh Pemda Nunukan.
"Dengan kondisi demikian, pengusaha juga malas jalan. Harus menempuh jalanan sulit yang berlumpur, lalu melewati serangkaian pemeriksaan surat kendaraan, izin belanja, dan lainnya saat masuk Malaysia. Jadi, itulah harga-harga terus naik di sini," jelasnya.
"Kita semua berharap supaya perdagangan lintas batas berjalan seperti biasa. Sebenarnya kalau penjaga sempadan dari wilayah Sabah, mereka paham kondisi kami di Krayan karena sama-sama perbatasan negara. Kalau dari Semenanjung yang sulit mengerti. Doakan saja, semoga segera selesai kondisi ini," kata Oktafianus. (Kompas.com )