Dulu Diburu Saat Dugderan, Kini Replika Warak Ngendog Hampir Punah
Warak Ngendog, ikon Dugderan Semarang, semakin langka. Hanya satu perajin yang masih bertahan di Kampung Purwodinatan, produksi menurun drastis.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM/ REZANDA AKBAR
PERAJIN WARAK NGENDOK - Arif Rahman menunjukan beberapa hasil karya Patung Warak Ngendok yang belum laku saat momentum Dugderan di Semarang. Warak Ngendog, ikon Dugderan Semarang, semakin langka.
Kini, ia tak lagi menggantungkan penghasilannya dari kerajinan Warak Ngendog.
"Dulu, pendapatan dari Warak Ngendog bisa cukup untuk satu bulan ke depan. Sekarang, kalau ada pesanan, saya kerjakan. Kalau tidak ada, ya sudah. Saya bikin ini juga karena senang," ujarnya.
Arif tetap membuka pesanan bagi yang ingin memiliki replika Warak Ngendog.
"Kalau mau pesan, bisa lewat WhatsApp 087848498447," tutupnya.
Baca Juga
| Awal Mei Ratusan Pembalap Akan Kembali Panaskan Kota Semarang di Ajang Black Dragbike 2026 |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Rabu 15 April 2026: Sebagian Besar Hujan Ringan |
|
|---|
| Api Kompor Picu Kebakaran Lima Warung di Wujil Kabupaten Semarang |
|
|---|
| Anggota DPRD Ngamuk dan Aniaya Wanita di Tempat Karaoke Bandungan |
|
|---|
| Dishub Sebut Kendaraan Berat Masih "Kucing-kucingan" di Silayur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Perajin-Replika-Warak-Ngendog.jpg)