Dulu Diburu Saat Dugderan, Kini Replika Warak Ngendog Hampir Punah
Warak Ngendog, ikon Dugderan Semarang, semakin langka. Hanya satu perajin yang masih bertahan di Kampung Purwodinatan, produksi menurun drastis.
Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM/ REZANDA AKBAR
PERAJIN WARAK NGENDOK - Arif Rahman menunjukan beberapa hasil karya Patung Warak Ngendok yang belum laku saat momentum Dugderan di Semarang. Warak Ngendog, ikon Dugderan Semarang, semakin langka.
Kini, ia tak lagi menggantungkan penghasilannya dari kerajinan Warak Ngendog.
"Dulu, pendapatan dari Warak Ngendog bisa cukup untuk satu bulan ke depan. Sekarang, kalau ada pesanan, saya kerjakan. Kalau tidak ada, ya sudah. Saya bikin ini juga karena senang," ujarnya.
Arif tetap membuka pesanan bagi yang ingin memiliki replika Warak Ngendog.
"Kalau mau pesan, bisa lewat WhatsApp 087848498447," tutupnya.
Baca Juga
| Sambut Tahun Baru Hijriah, Planetarium UIN Walisongo Gelar Rukyat Hilal Awal Muharram 1448 H |
|
|---|
| Menwa 906 UIN Walisongo Perkuat Kebersamaan di Usia Ke-49 |
|
|---|
| Mimpi Leo di Balik Kotak Pensil Warna, Datang ke Wisma Perdamaian untuk Jadi Juara |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Selasa 16 Juni 2026: Cerah Berawan |
|
|---|
| Blokade Jalan Pahlawan Semarang, Mahasiswa Pertimbangkan Reformasi Jilid Dua |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Perajin-Replika-Warak-Ngendog.jpg)