Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

457 Titik PJU Hidup Kembali, Batang Siap Sambut Mudik Lebaran 2025

Menyambut arus mudik dan balik Idulfitri, Kabupaten Batang bergerak cepat memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan.

Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG / DINA INDRIANI
SUASANA JALAN - Suasana gelap di sepanjang jalan Pantai Sigandu - Ujungnegoro.Sebanyak 457 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sebelumnya mati akan segera menyala kembali, hal itu sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang lebih baik. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG -  Menyambut arus mudik dan balik Idulfitri, Kabupaten Batang bergerak cepat memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan. 

Sebanyak 457 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sebelumnya mati akan segera menyala kembali, hal itu sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang lebih baik.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyatakan langkah ini sebagai bentuk respons terhadap banyaknya keluhan warga.

"InsyaAllah segera kami realisasikan. Banyak masyarakat yang melaporkan masalah PJU mati, baik melalui media sosial maupun WhatsApp Lapor Mas Faiz, dari data yang terkumpul, total ada 457 titik PJU yang tidak berfungsi.

Saya sudah meminta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang untuk menuntaskan perbaikan ini sebelum Lebaran Idulfitri,”ujar Faiz.

Ia menambahkan, perbaikan ini diprioritaskan selesai sebelum Lebaran untuk memastikan penerangan optimal di berbagai ruas jalan di Kabupaten Batang. 

Dengan demikian, diharapkan risiko kecelakaan dapat diminimalisir dan arus lalu lintas mudik-balik dapat berjalan lancar.

Namun, diakui Faiz, pembenahan 457 titik PJU ini tidak sepenuhnya dapat dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Oleh karena itu, pemerintah daerah tengah mencari alternatif pembiayaan agar program ini bisa berjalan tanpa membebani keuangan daerah.

“Kami sedang mengupayakan skema pembiayaan yang inovatif agar prosesnya lebih cepat. Jika hanya mengandalkan APBD, tentu waktu penyelesaiannya akan lebih lama, mengingat banyak kebutuhan lain yang juga mendesak,"pungkasnya.(din)

Baca juga: Verifikasi Data Guru untuk Pencairan Tunjangan, Pemkab Kudus Dinilai Responsif

Baca juga: Hanya Diizinkan Exit Tol Kandeman, Truk Sumbu Tiga Bakal Tak Lintasi Batang Kota

Baca juga: Latihan Kemandirian Warga Binaan Lapas Kelas llB Slawi Hasilkan Tenun Sarung Goyor dan Shuttlecock 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved