Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BPJS Kesehatan Semarang

Berkat JKN, Suami Rochdilyanti Kini Sembuh dari Katarak

Rochdilyanti yang saat ini terdaftar sebagai Peserta Segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), terbantu dengan dijaminnya operasi katarak sang suami.

Tayang:
Editor: deni setiawan
BPJS KESEHATAN CABANG SEMARANG
OPERASI KATARAK - Rochdilyanti memperlihatkan kartu BPJS Kesehatan. Wanita ini bersyukur karena berkat JKN, kondisi suaminya telah sembuh dari katarak, tak ada biaya yang ditanggung saat suami jalani operasi katarak. 

Kondisi katarak sudah tidak mungkin membaik jika hanya dilakukan melalui pengobatan farmakologi, sehingga opsi tindakan operasi disarankan oleh dokter.

“Di sini saya tidak ada kendala, bahkan tidak menunggu lama penjadwalan operasi tidak membutuhkan lama waktu tunggu,” tambahnya.

Baca juga: Cegah Klaim Fiktif, BPJS Kesehatan Tegal dan Kejaksaan Sosialisasi ke Manajemen Rumah Sakit

Baca juga: Peserta JKN Tetap Bisa Berobat! BPJS Kesehatan Siapkan Layanan Lebaran

Sebagai peserta JKN yang memanfaatkan pelayanan kesehatan di faskes, Rochdilyanti merasa tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien umum dan pasien Program JKN. 

Pelayanan dirasakan sangat cepat, petugas, dan dokter memberikan pelayanan dengan sangat ramah.

“Bahkan di sini saya juga tidak ada biaya, saya merasakan betul Program JKN ini sudah sangat bagus dibandingkan bertahun-tahun yang lalu."

"Terutama dari segi dokumen-dokumen saat ini jauh lebih ringkas jika perlu berobat ke faskes,” ucapnya takjub.

Terutama adanya Aplikasi Mobile JKN, Rochdilyanti sudah memanfaatkan berbagai fitur seperti KIS Digital, Skrining Riwayat Kesehatan, juga ubah faskes.

Menurutnya, aplikasi ini sangat memudahkan peserta JKN.

“Bahkan dengan aplikasi ini saya bisa mengecek keaktifan kepesertaan saya dan anggota keluarga saya."

"Mulai dari suami dan anak-anak, serta orangtua saya juga bisa saya cek,” ucapnya.

Rochdilyanti menuturkan, transformasi BPJS Kesehatan dari tahun ke tahun sangat membantu peserta lanjut usia.

Bahkan peserta bisa datang sendiri ke faskes, karena petugas di faskes sangat ramah, dan tanggap dalam membantu peserta.

“Kami sebagai pasien tidak perlu lagi ke sana ke mari, kalau bingung prosedur."

"Petugas mungkin sudah sangat memahami alur pelayanan program ini, jadi lebih efisien,” tambahnya.

Rochdilyanti merasa Program JKN harus selalu ada sampai kapanpun.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved