Berita Purbalingga
Hadi Prawoto, Salah Satu Local Heroes Purbalingga Sukses Pasarkan Hasil Pertanian Hingga Luar Negeri
Ngahadi Hadi Prawoto atau Hadi adalah salah satu local hero Purbalingga dalam bidang pertanian.
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA — Ngahadi Hadi Prawoto atau Hadi adalah salah satu local hero Purbalingga dalam bidang pertanian.
Ia terpilih menjadi salah satu local hero dalam progam pendampingan petani dan perluasan akses pasar produk pertanian berorientasi ekspor melalui koperasi.
Selain itu, namanya juga pernah dinobatkan sebagai Juara 1 Petani Teladan tingkat Kabupaten. Hingga mendapatkan berbagai prestasi dari perusahaan swasta melalui penjualan pestisida.
Prestasi yang diraihnya ini tentu adalah sebuah proses yang panjang. Ia menyukai dunia pertanian sejak ia kecil, dan memulai bidang ini secara otodidak sejak tahun 2013.
Tidak hanya rasa menyukai, rasa kepedulian terhadap pertanian juga muncul dan membuatnya terus menekuni bidang ini.
"Saya banyak mendengar, berkomunikasi dan bergaul dengan petani. Petani itu ternyata cenderung seperti bermain judi. Mereka taunya yang penting menanam, tapi tidak tahu besok dapat harga atau tidak," katanya.
Hadi melanjutkan, kondisi pertanian saat ini juga masih dilakukan dengan cara yang tradisional. Sehingga hal ini membuat mereka sulit sekali untuk maju dan berkembang.
Karena rasa kepeduliannya yang tinggi terhadap dunia pertanian, di tahun 2014 ia pun sudah berhasil untuk membina para petani hingga puluhan hektar.
"Saya sampai menjadi pendamping petani hingga ke Temanggung, Pemalang, Indramayu, Purbalingga dan Banjarnegara," katanya.
Tidak hanya itu saja, ia mengatakan pernah memiliki toko pertanian dan menjual pestisida.
"Saya dulu punya toko pertanian, sampai 4 toko," katanya.
Dengan adanya toko ini, seringkali ia melakukan penjualan hingga antar kabupaten. Saat ia melakukan penjualan, tak lupa ia juga sering mensosialisasikan kepada pembeli terkait cara bertani yang benar. Hal itu ia lakukan karena memang ia senang berbagi ilmu yang ia miliki.
Selanjutnya, karena terbiasa melakukan penjualan hingga antar kabupaten dan senang melakukan sosialisasi, akhirnya komunikasi antar mulut ke mulut pun terjalin dan banyak petani yang sering berdatangan kepadanya untuk meminta diajarkan terkait pertanian.
Di tahun 2018, ia pun telah berhasil melakukan ekspor ke Singapura dan Dubai.
"Sebelum berkoperasi kita perhari bisa ekspor buncis sampai dua ton ke Singapura. Sementara kalau Dubai itu lebih banyak untuk ekspor buah," jelasnya.
Petani di Purbalingga Tolak Pengembangan Sumber Mata Air Limpak Dau oleh PDAM Purbalingga |
![]() |
---|
Viral Jalan Aspal Senilai Rp 160 Juta di Purbalingga Ditumbuhi Rumput, Ternyata Dana Aspirasi Dewan |
![]() |
---|
Dinkes Purbalingga Jamin Anak Bebas Cacingan: Rutin Beri Obat Gratis dari Kemenkes |
![]() |
---|
Dulu Pasar Bojong Purbalingga Ramai Sekarang Sepi, Ini Penyebabnya |
![]() |
---|
Kondisi Psikis Anak Bakar Rumah Gegara Tak Diberi Uang Rp200 Ribu di Purbalingga, Diduga Depresi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.