Berita Purbalingga
Hadi Prawoto, Salah Satu Local Heroes Purbalingga Sukses Pasarkan Hasil Pertanian Hingga Luar Negeri
Ngahadi Hadi Prawoto atau Hadi adalah salah satu local hero Purbalingga dalam bidang pertanian.
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: Catur waskito Edy
Sementara itu, di tahun 2019 ia mendirikan Koperasi Tani Max Yasa dan menjadi ketuanya. Hal ini dilakukan karena keberhasilannya dalam melakukan ekspor dan membina para petani.
Koperasi Tani ini bahkan dibina langsung oleh Provinsi dan beranggotakan 500 orang dari berbagai kabupaten.
Saat masih aktif dalam berkoperasi, ia menyatakan sering mengadakan pertemuan rutin untuk melakukan pembinaan di lapangan secara bergilir.
"Dulu kita mulai dengan memberikan benih, pupuk, obat dan melakukan pendampingan," katanya.
Dengan adanya kegiatan pendampingan ini, ia pun berhasil merubah pola pikir petani dan membuat para petani yang tadinya hanya mampu panen sebanyak 6 kali menjadi 20 kali panen.
"Mindset petani itu kalau panennya tua itu cenderung lebih unggul. Tapi secara ilmu bertani kan tidak, jika dipanen lebih tua, asupan tanaman itu berkurang sehingga akan stuck dan tidak bisa tumbuh dan berbuah lagi," jelasnya.
Sebaliknya, ia melanjutkan, jika dipanen dalam keadaan sedang, konsumsi akan lebih enak, pasaran bagus dan panen pun akan meningkat serta lebih lama.
"Mereka cenderung tidak percaya, dan butuh bukti serta pembinaan. Setelah dibina, tadinya yang hanya 6 kali panen bisa menjadi 20 lebih untuk panennya," lanjutnya.
Meskipun saat ini Koperasi Tani yang diketuai olehnya sudah tidak lagi beroperasi, ia masih aktif dalam kegiatan pertanian, perternakan dan perikanan.
Seringkali, ia juga masih mendapat panggilan untuk melakukan seminar ataupun sekedar berbagi ilmu dengan petani-petani lain.
Untuk kegiatan koperasi, saat ini ia menyatakan belum memiliki harapan yang lebih. Tetapi ia meyakini agar bagaimana ia dapat bermanfaat dan berbisnis serta bermitra dengan masyarakat petani dengan modal yang seadanya.
Lebih lanjut, Hadi menyampaikan Indonesia ini sebetulnya dapat menguasai pasar dunia. Hal ini karena permintaan terkait produk pertanian di Indonesia yang sangat banyak.
"Selain itu di Indonesia itu bisa menanam di sepanjang musim, dan tanahnya cenderung subur, jadi setiap musim itu bisa menanam," katanya.
Ia juga menyampaikan, ekspor pertanian Indonesia beberapa diantaranya tidak memenuhi permintaan. Hal ini, menurutnya, dapat terjadi karena pemerintah Indonesia belum hadir seutuhnya.
"Bagaimana petani itu bisa merdeka, caranya adalah pemerintah harus hadir. Yaitu dengan menyediakan alat dan subsidi pasca panen, kalau sudah Indonesia jelas bisa merdeka," pungkasnya.
Baca juga: KLHK Beri Sanksi 343 TPA Open Dumping, Daerah Diberi Waktu 6 Bulan Termasuk Karanganyar
Baca juga: Eddie Marzuki Nalapraya: Patriot Pencak Silat Indonesia yang Dikenang Hingga Akhir Hayat
Baca juga: Tangis Istri & 2 Anak Kopda TNI Eri Korban Ledakan Pecah, Dandim Temanggung: Semoga Husnul Khatimah
Petani di Purbalingga Tolak Pengembangan Sumber Mata Air Limpak Dau oleh PDAM Purbalingga |
![]() |
---|
Viral Jalan Aspal Senilai Rp 160 Juta di Purbalingga Ditumbuhi Rumput, Ternyata Dana Aspirasi Dewan |
![]() |
---|
Dinkes Purbalingga Jamin Anak Bebas Cacingan: Rutin Beri Obat Gratis dari Kemenkes |
![]() |
---|
Dulu Pasar Bojong Purbalingga Ramai Sekarang Sepi, Ini Penyebabnya |
![]() |
---|
Kondisi Psikis Anak Bakar Rumah Gegara Tak Diberi Uang Rp200 Ribu di Purbalingga, Diduga Depresi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.