Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Pria Ini Rela Digigit Ular Ratusan Kali demi Perkuat Antibodi, Kini Jadi Harapan Dunia

Pria bernama Tim Friede kini menjadi harapan dunia untuk terciptanya antiracun universal.

Tribun Jogja/Istimewa
ILUSTRASI ULAR: Di Amerika Serikat, seorang pria rela disengat ular berbisa ratusan kali demi membangun kekebalan tubuh. Pria bernama Tim Friede kini menjadi harapan dunia untuk terciptanya antiracun universal. (TRIBUN JOGJA/ISTIMEWA) 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON – Di Amerika Serikat, seorang pria rela disengat ular berbisa ratusan kali demi membangun kekebalan tubuh.

Pria bernama Tim Friede kini menjadi harapan dunia untuk terciptanya antiracun universal.

Sejak awal 2000-an hingga 2018, pria yang bukan ilmuwan maupun dokter ini, membiarkan dirinya digigit ular lebih dari 200 kali, dan menyuntikkan bisa ular ke tubuhnya sebanyak 650 kali.

Baca juga: Capres Kolombia Ditembak Remaja 15 Tahun saat Kampanye, Dilarikan ke RS dalam Kondisi Kritis

“Saya tahu persis rasanya sekarat karena gigitan ular,” ujar Friede kepada AFP.

Pernyataan itu bukan bualan.

Setelah disengat dua ular berbisa, ia sempat koma selama empat hari.  

Alih-alih jera, pengalaman mendekati maut itu justru mendorongnya melanjutkan eksperimen ekstrem demi mencapai kekebalan total terhadap racun ular.

Meski demikian, motivasi Friede tak sekadar membuktikan daya tahan tubuhnya.

Ia percaya bahwa tubuhnya yang “terlatih” menoleransi berbagai jenis bisa bisa membuka jalan menuju antiracun yang lebih efektif.

“Saya pikir, kalau mereka bisa buat antiracun dari kuda, kenapa saya tidak bisa jadi versi manusianya?” kata Friede, mengacu pada metode lama pembuatan antiracun, dengan menyuntikkan racun ular ke tubuh kuda untuk menghasilkan antibodi.

Namun, upaya Friede bertahun-tahun kerap dianggap tak ilmiah dan bahkan berbahaya.

Butuh waktu hingga 2017 bagi seorang ilmuwan untuk menanggapi serius kegilaannya tersebut.

Awal kolaborasi ilmiah

Jacob Glanville, ahli imunologi asal AS yang sebelumnya mengembangkan vaksin universal, adalah sosok pertama yang membuka pintu kolaborasi dengan Friede.  

Glanville mengaku sedang mencari peneliti ular amatir yang mungkin tak sengaja beberapa kali tergigit.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved