Berita Internasional
Pria Ini Rela Digigit Ular Ratusan Kali demi Perkuat Antibodi, Kini Jadi Harapan Dunia
Pria bernama Tim Friede kini menjadi harapan dunia untuk terciptanya antiracun universal.
Ia lalu menemukan video Friede diserang ular secara beruntun.
Saat mereka akhirnya berbicara, Glanville mengatakan, “Saya tahu ini terdengar aneh, tapi saya ingin mengambil sampel darah Anda.”
Friede hanya menjawab, “Saya sudah menunggu telepon ini sejak lama.”
Hasilnya, dua antibodi dari darah Friede kini menjadi komponen utama dalam antiracun eksperimental yang baru dipublikasikan di jurnal ilmiah bergengsi Cell.
Dalam uji coba pada tikus, kombinasi antibodi tersebut bersama obat bernama varespladib mampu memberikan perlindungan penuh dari 13 dari 19 spesies ular berbisa yang diuji.
Sisanya menunjukkan perlindungan parsial.
Menurut Glanville, target akhirnya adalah membuat antiracun universal yang bisa disuntikkan seperti EpiPen, dengan kemungkinan produksi massal di India agar biayanya tetap rendah.
Kini, Friede bekerja di perusahaan Glanville, Centivax, dan berhenti menyuntikkan bisa sejak 2018 demi alasan hukum perusahaan.
Meski begitu, ia mengaku rindu dengan ritual ekstremnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rela Digigit Ular 200 Kali untuk Perkuat Antibodi, Pria Ini Jadi "Pahlawan""
Baca juga: Bekerja 15 Jam Sehari demi 2 Anaknya, Bapak Tunggal di Singapura Meninggal Akibat Stroke
| Mengenal Anak Indigo: Sejarah dan Asal-usul yang Sudah Ada Sejak Tahun 1970-an |
|
|---|
| Iran Umumkan Selat Hormuz Terbuka untuk Kapal Komersial, Ini Reaksi Trump, Harga Minyak Turun |
|
|---|
| Ribuan Lebah Serbu Kota-kota di Israel, Apa yang Terjadi? Ini Analisa Pakar |
|
|---|
| Trump Klaim "Kemenangan", Sinyal Militer AS Bakal Cabut dari Iran? |
|
|---|
| Spekulasi Pidato Netanyahu Punya "6 Jari": Benarkah PM Israel Gunakan AI untuk Tutupi Kematian? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ilustrasi-Ular-Hitam-2.jpg)