Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Haji

Cerita Jemaah Haji Khusus Asal Semarang Pulang dari Tanah Suci, Sebut Dapat Kemudahan Selama Ibadah

Suasana kepulangan jemaah haji ke Tanah Air terasa hangat dan haru di Bandara Ahmad Yani Semarang, Senin (23/6/2025)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin
PULANG HAJI - Para jemaah haji khusus disambut oleh sanak saudara saat kembali dari tanah suci, di Bandara Ahmad Yani Semarang, Senin (23/6/2025). TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN  

Meski ini merupakan kali pertama biro tersebut memberangkatkan haji khusus, pelayanan yang diberikan mendapat apresiasi luar biasa dari para jamaah mulai dari fasilitas hotel bintang lima, tenda nyaman di Mina dan Arafah, hingga pelayanan di Muzdalifah semuanya ditata dengan baik dan detail. 

"Kami bisa menekan biaya hingga 3.000 dolar AS lebih hemat, tanpa mengurangi kualitas layanan," sebut Endro.

Selain kenyamanan fisik, pembimbing haji pun turut berperan penting dalam menciptakan suasana ibadah yang khusyuk. 

Menurut Endro, tim pembimbing yang diterjunkan sangat sabar dan toleran, mampu menyatukan jamaah dari latar belakang berbeda. Mereka tidak hanya membimbing secara ritual, tapi juga menjadi penyejuk dan pemersatu. 

"Perbedaan dalam cara ibadah yang kerap muncul, disikapi dengan bijak dan penuh pengertian," tambahnya. 

Endro menjelaskan, jamaah haji khusus lewat biro resmi yang mengurus semua kebutuhan, mulai dari akomodasi hingga transportasi, bekerja sama langsung dengan mitra swasta di Arab Saudi. 

Pada tahun ini, Dewangga Lil Hajj Wal Umroh memberangkatkan 22 jemaah.

Rombongan masih harus bergabung dengan biro lain karena jumlahnya belum mencukupi satu bus. 

Pada tahun depan, Endro menargetkan bisa memberangkatkan hingga tiga bus atau sekitar 60 jamaah.

“Biaya haji khusus sekitar 16.000 dolar AS sudah termasuk dam, tapi setara dengan pelayanan dan pengalaman yang diberikan,” bebernya. 

Endro memaparkan, pelayanan yang profesional, toleran, dan penuh empati menjadi bekal utama dalam menyambut tamu-tamu Allah.

Kepulangan para jamaah haji ini pun menjadi penegas bahwa pelayanan yang baik bukan hanya soal logistik, tapi juga soal kemanusiaan dan pengabdian. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved