Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Investasi China di Jawa Tengah Tembus Rp 12,5 Triliun Pada Triwulan I Tahun 2025

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tanda tangani kerjasama segala sektor dengan pemerintah Provinsi Fujian China.

|
dok. Pemprov Jateng
TANDA TANGAN KESEPAKATAN - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tanda tangani kerjasama segala sektor dengan pemerintah Provinsi Fujian China di kantor Gubernur, Selasa (24/6/2025). 

Kemudian eskpor Jateng atas sektor tersebut juga tinggi selama lima tahun terakhir.

Negara tujuan utama ekspor hasil kelautan dan  perikanan antara lain China, Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, dan Malaysia. 

Komoditas utama untuk ekspor adalah cumi-cumi, rajungan, udang, dan ikan ayam-ayam. Di samping itu juga ada produksi garam yang sangat potensial di Jateng.

Adapun ekspor perikanan ke China pada 2024 mencapai 63.196,11 ton.

Dengan komoditas seperti Ikan Kaca Piring, Ikan Kurisi, Cumi-Cumi, Sotong, Ikan Tengiri, Ikan Kakap, Tiram, Udang, Ikan Makrel dan Gurita. 

Bahkan, permintaan ekspor cumi sirip panjang (loligo pealei) dari Jawa Tengah ke China kurang lebih mencapai 95 ton dengan nilai Rp 18 Miliar.

"Jadi, selama ini China merupakan tujuan ekspor terbesar di Indonesia untuk olahan ikan, termasuk ikan segar," ujar Endi,

Wakil Gubernur Fujian Lin Ruiliang mengatakan, Fujian memiliki wilayah maritim yang lebih luas dibandingkan daratannya sehingga kaya produksi maritim dihasilkan. 

Usaha kemaritiman di provinsinya juga memproduksi hasil skala besar untuk kebutuhan pangan China. Begitu halnya dengan Jateng yang menjadi sister province dari Fujian selama 23 tahun.

Baca juga: Galeri Investasi UNSOED Goes to School, Tingkatkan Literasi Keuangan Siswa SMA Melalui Kolaborasi

"Fujian dan Jateng merupakan provinsi yang memiliki hasil kelautan yang sangat kaya.  Saya ingin mengembangkan usaha di bidang kelautan dan perikanan. Saya berharap kedua provinsi dapat mengembangkan kerja sama di berbagai aspek khususnya bidang kelautan perikanan," jelasnya.

Menurutnya Fujian juga memiliki industri manufaktur sektor kelautan dan perikanan. Di antaranya industri kapal perikanan, termasuk kapal listrik penangkap ikan yang sudah dijual di Indonesia.

"Kami sangat berharap perjanjian yang ditandatangani hari ini segera terealisasi," jelasnya. (rtp)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved