Berita Sragen
3 Remaja Sragen Ditangkap, Buntut Aditya Babak Belur Dikeroyok Gegara Pakai Atribut Perguruan Silat
Satreskrim Polres Sragen masih terus memburu pelaku lain dan mendalami kemungkinan adanya keterlibatan kelompok tertentu dalam insiden pengeroyokan.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Resmob Polres Sragen menangkap tiga terduga pelaku pengeroyokan terhadap seorang warga di sebuah warung makan, Dukuh Genengan, Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen.
Insiden tersebut terjadi saat Aditya Bagus Saputra (26) menghadiri pengesahan salah satu perguruan silat pada Kamis (3/7/2025) pagi.
Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi menyampaikan, Aditya saat itu sedang bersama istrinya makan di sebuah warung sekira pukul 03.30.
Baca juga: Asik Main Game, Motor Raib! Resmob Polres Sragen Ringkus Komplotan Curanmor Antar-Kabupaten
Baca juga: Kekerasan di Balik Atribut Perguruan Silat, Seorang Pemuda Jadi Korban di Sragen
Tiba-tiba beberapa pemuda dengan tudung kepala menyerang Aditya.
Aditya tidak hanya dipukul dan ditendang oleh pelaku.
Pemuda itu bahkan tersiram minyak goreng saat mencoba menyelamatkan diri dari amukan para pelaku.
Menurutnya, motif di balik penyerangan ini diduga karena atribut pesilat dari salah satu perguruan yang dikenakan Aditya.
Pasca kejadian itu, Unit Resmob Polres Sragen bersama Reskrim Polsek Sukodono dan Polsek Gesi melakukan penyelidikan.
Tiga pelaku ditangkap di daerah Betek, Desa Banyurip, Kecamatan Jenar kurang dari 24 jam setelah kejadian.
Tiga pelaku masing-masing EWP (18), warga Kecamatan Tangen, yang diketahui memukul korban satu kali.
Pelaku EP (16), pelajar dari Desa Katelan, Kecamatan Tangen yang memukul korban sebanyak tujuh kali, dan pelaku BSS (14), pelajar dari Desa Mlale, Kecamatan Jenar yang diketahui menendang korban satu kali.
Baca juga: Residivis Lintas Daerah, Spesialis Tukar Kunci Dibekuk Polres Sragen Usai Gasak Motor Belasan Kali
Baca juga: Kapolres Dukung Rencana Pembentukan Laskar Mangkubumi: Sinergi Polri dan Pesilat Demi Sragen Aman
Akibat pengeroyokan tersebut, terangnya, korban mengalami luka lebam di punggung kanan, memar di perut kanan, dan lecet pada jempol kaki kiri.
Polisi telah menyita beberapa barang bukti, termasuk pakaian yang dikenakan saat kejadian, tiga sepeda motor, dan dua helm.
"Kami tidak akan mentolerir tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun."
"Apalagi jika berlatar belakang perbedaan perguruan."
Sragen
Polres Sragen
pengeroyokan
perguruan silat
AKBP Petrus Parningotan Silalahi
Tribunjateng.com
tribun jateng
Running News
| Nyawa WAP Melayang pada Jam Kosong Sekolah di Sragen, Ayah Korban Tak Terima Pelaku Belum Ditahan |
|
|---|
| Satu Siswa Ditetapkan sebagai Pelaku Kasus Tewasnya Pelajar SMP Sragen, Tidak Ditahan |
|
|---|
| Kronologi dan Motif Perkelahian yang Tewaskan Siswa SMP di Sragen, Pelaku Modal Tangan Kosong |
|
|---|
| Siswa SMP Sragen Tewas di Kamar Mandi Sekolah, Hasil Olah TKP dan Autopsi Tunjukkan Adanya Kekerasan |
|
|---|
| Sosok WAP, Siswa SMP Sragen yang Tewas di Kamar Mandi Sekolah Dikenal Anak Penurut dan Santun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250708-_-Kapolres-Sragen-AKBP-Petrus-Parningotan-Silalahi.jpg)