Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

1.752 Kursi SD Negeri di Kota Semarang Masih Kosong, Bakal Buka SPMB Lanjutan Lagi?

Disdik Kota Semarang mencatat, dari 2.369 kuota yang tersedia di 222 SD negeri, masih ada 1.752 kursi yang belum terisi.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
Tribun Jateng/ F Ariel Setiaputra
SEKOLAH SEPI PEMINAT - Dokumentasi suasana halaman depan SD Bugangan 02 Kota Semarang Selasa (8/7/2025). Pada SPMB Kota Semarang tahun ini menjadi sekolah paling sepi peminat pada jenjang SD. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Proses pendaftaran sistem penerimaan murid baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Semarang gelombang dua telah berakhir.

Saat ini telah memasuki tahap daftar ulang yang dimulai pada Kamis (10/7/2025) hingga Jumat (11/7/2025).

Disdik Kota Semarang mencatat, dari 2.369 kuota yang tersedia di 222 SD negeri, masih ada 1.752 kursi yang belum terisi.

Baca juga: Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok, Agustina Wali Kota Semarang Luncurkan Kempling Semar

Baca juga: Wali Kota Semarang Minta Maaf dan Beri Perhatian ke Keluarga Korban Kecelakaan Feeder Trans Semarang

"Pendaftarnya ada 636 siswa dan yang diterima ada 617 siswa."

"Jadi, yang tidak diterima ada 19 siswa."

"Ini karena mereka mendaftar di SD yang peminatnya banyak," kata Kabid Pembinaan SD Disdik Kota Semarang, Aji Nur Setiawan kepada Tribunjateng.com, Jumat (11/7/2025).

Gelombang lanjutan SPMB ini dibuka setelah kuota gelombang pertama belum terpenuhi secara optimal.

Meski demikian, pada gelombang kedua pun tercatat masih banyak sekolah yang masih kekurangan pendaftar.

Dari total 222 SD negeri, hanya 40 sekolah yang jumlah pendaftarnya sesuai kuota.

Bahkan, 42 SD tidak menerima pendaftar sama sekali pada gelombang dua ini.

Sedangkan 9 SD lainnya mengalami kelebihan pendaftar.

Aji menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya kursi kosong, bahkan di sekolah-sekolah yang berlokasi di pusat kota.

Satu di antaranya adalah perubahan demografi.

"Beberapa SD di tengah kota tidak lagi memiliki banyak anak usia sekolah."

"Penduduknya sudah banyak yang sepuh-sepuh 'lanjut usia'."

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved