Dana Operasional RT
Ini Daftar Hal yang Boleh Dilakukan Dengan Dana Operasional RT Rp 25 Juta di Kota Semarang
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menegaskan pengelolaan dana operasional RT dan RW sebesar Rp25 juta per tahun.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
Dia melanjutkan, dana operasional juga tidak diperbolehkan untuk proyek pembangunan baru seperti gapura atau pos ronda. Namun, masih diperbolehkan untuk kegiatan pemeliharaan ringan.
“Misalnya, mengecat balai RT, menambal jalan berlubang, atau memperbaiki pintu dan portal itu boleh. Tapi membangun fasilitas baru tidak diperbolehkan,” tegas Sunardi.
Sementara itu, dia menambahkan, Dana Rp25 juta dicairkan berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) tahunan yang disusun masing-masing RT/RW dan disahkan melalui SK Lurah.
“Setelah syarat lengkap dan disetujui, dana akan langsung ditransfer ke rekening lembaga RT atau RW. Pengambilan dana dilakukan sesuai kebutuhan bulanan, dan pertanggungjawabannya dilakukan secara bertahap. Diharapkan paling lambat 15 Desember semua laporan sudah selesai,” ujarnya.
Menurutnya, rekening penerima dana juga harus terpisah dari rekening kas RT/RW lainnya. Jika terjadi pergantian kepengurusan, rekening tetap digunakan, namun data pengurus wajib diperbarui dengan dokumen resmi seperti SK dari Lurah.
"Jadi pengurusan ke depan itu tidak terus selalu membuat rekening. Tapi update saja dengan membawa bukti-bukti misalkan SK Lurah, terkait dengan pengurusan RT dan lain sebagainya," imbuhnya. (idy)
| Anggaran Dana Operasional RT Semarang Tembus Rp265,7 Miliar, Pansus Pertanyakan Dampaknya |
|
|---|
| Kejaksaan Negeri Awasi Penggunaan Dana Operasional RT Rp 25 Juta |
|
|---|
| Ini Dugaan Penyebab Masih Ada RT di Semarang Belum Cairkan Dana Rp 25 Juta |
|
|---|
| Dana Total Rp 270 Miliar Akan Dibagi ke Seluruh RT di Kota Semarang Agustus Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/202050716_ATURAN-DANA-OPERASIONAL-RT.jpg)