Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kasus LSL Meningkat di Kota Semarang, Dinkes: Kelompok Risiko Tertinggi Penularan HIV

Dinkes soroti penambahan jumlah kasus terutama LSL (laki-laki seks dengan laki-laki), yang menjadi kelompok risiko penularan tertinggi di Semarang.

Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
KASUS LSL - Kepala Dinkes Kota Semarang, M Abdul Hakam saat diwawancara di Balaikota Semarang, Rabu (25/6/2025). Dinkes menyoroti fenomena meningkatnya kasus LSL (laki-laki seks laki-laki dan menjadi salah satu kelompok berisiko tinggi dalam penularan HIV. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tren kasus laki-laki seks dengan laki-laki atau istilahnya LSL di Kota Semarang tercatat meningkat.

Peningkatan itu menjadi sorotan Dinkes Kota Semarang saat ini.

Sesuai data, LSL tersebut menjadi salah satu kelompok penularan tertinggi dalam kasus HIV.

Baca juga: Tatapan Mata Siswa Ini Membuatnya Batal Ditolak Masuk SMA Kesatrian 1 Semarang, Orangtua Terpukul

Baca juga: PSIS Semarang: Pemain Baru Mahesa Jenar di Championship Tunggu ACC

Tren kasus HIV di Kota Semarang mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data Pemkot Semarang, tercatat 601 kasus HIV pada 2022, naik menjadi 689 kasus pada 2023.

Kembali meningkat tipis menjadi 691 kasus pada 2024.

Kepala Dinkes Kota Semarang, M Abdul Hakam menyebut, peningkatan angka tersebut tidak hanya disebabkan perilaku berisiko, tetapi juga sistem deteksi yang semakin luas dan mudah diakses masyarakat.

“Peningkatan ini salah satunya karena jumlah layanan tes HIV yang kini sudah mencapai 79 titik."

"Layanan ini tersebar di Puskesmas, rumah sakit, balai kesehatan masyarakat (balkesmas), hingga klinik PKBI,” jelas Abdul Hakam seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (18/7/2025).

Selain itu, Abdul Hakam juga menyoroti adanya penambahan jumlah populasi kunci, terutama LSL (laki-laki seks dengan laki-laki), yang menjadi salah satu kelompok risiko penularan tertinggi.

“Kami juga memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang berisiko untuk melakukan tes," ujarnya. 

Baca juga: Ayah Bejat dari Semarang, Dikunjungi Anak Jelang Iduladha Malah Dicabuli dan Diancam

Baca juga: Nasib 92 Siswa SD PTQ Smart Kids Semarang, Sekolah Tak Berizin dan Diminta Tutup

Dalam hal ini, beberapa Puskesmas di Kota Semarang juga memberikan pelayanan hingga malam hari. 

"Saat ini ada 21 Puskesmas yang memberikan layanan pada malam hari, khusus untuk tes HIV dan pengobatan,” tambahnya.

Tak hanya itu, Pemkot Semarang juga mengoperasikan layanan VCT mobile (Voluntary Counseling and Testing) yang menyasar langsung lokasi-lokasi rawan penularan HIV.

Tim Dinkes Kota Semarang secara rutin menyambangi tempat-tempat seperti karaoke, spa, panti pijat, hotel, hingga kos-kosan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved