Jawa Tengah
2.479 Orang di Jateng Terdeteksi Alami Gangguan Jiwa Lewat Program Speling, Banyak Anak Sekolah
Program dokter spesialis keliling (Spelling) pemerintah provinsi Jawa Tengah mendeteksi setidaknya 2.479 alami gangguan jiwa.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: rival al manaf
Yunita mencontohkan kasus di salah satu SMA yang tersentuh program tersebut. Dari total 150 anak yang diperiksa, ada sekitar 30-an anak mengalami gangguan kejiwaan.
"Maka ada program Mental Health First Aid (MHFA) yang dilakukan. Jadi ada kader yang mendengar keluhan temannya. Itu dimulai dari SD, SMP, SMA," ujarnya.
Menurutnya, beberapa faktor penyebab gangguan kesehatan jiwa pada anak adalah kurangnya perhatian dari orangtua terlalu asyik dengan gawai, kondisi sosial-ekonomi, kemudian pergaulan.
"Jadi dengan adanya media sosial ini anak-anak melihat banyak hal yang sebetulnya belum usianya atau (konten) tidak sesuai usianya. Kemudian mereka mengalami stres yang tidak diketahui dan itu terus-menerus mengganggu mereka," tuturnya.(rtp)
| 22.338 TKA Jateng Didominasi Cina, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tingkatkan Pengawasan |
|
|---|
| Kalangan Gen Z di Purwokerto 'Terjangkit Demam' Burung Kicau |
|
|---|
| Kenaikan Nilai Investasi di Jateng Tak Berbanding Lurus Dengan Serapan Tenaga Kerja |
|
|---|
| Investor dari Negara Arab dan Cina Maju Mundur Mau Investasi di Jateng, Ada Apa? |
|
|---|
| REI Jateng: Pasar Perumahan Terbagi Dua Segmen, Permintaan Kelas Menengah Masih Kuat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250731_Jumlah-Gangguan-Jiwa-di-Jaten-Banyak.jpg)