Kesehatan
Seorang Lansia Masuk Rumah Sakit gara-gara Ikuti Saran Chat GPT
Gara-gara mengikuti saran dari ChatGPT, seorang pria berusia 60 tahun harus dirawat di rumah sakit.
Selain gejala kejiwaan, ia juga mengalami jerawat di wajah dan munculnya cherry angiomas, yang menguatkan dugaan bromisme.
Setelah tiga minggu perawatan, pasien akhirnya diperbolehkan pulang.
Peringatan dari peneliti
Penulis laporan mengingatkan bahwa AI seperti ChatGPT dapat menghasilkan ketidakakuratan ilmiah, tidak mampu mengkritisi hasil, dan berpotensi menyebarkan misinformasi.
OpenAI, pengembang ChatGPT, dalam syarat penggunaan menegaskan bahwa output chatbot “tidak selalu akurat” dan tidak boleh dijadikan sumber kebenaran tunggal atau pengganti nasihat profesional.
“Layanan kami tidak dimaksudkan untuk diagnosis atau pengobatan kondisi kesehatan apa pun,” demikian tertulis dalam dokumen resmi perusahaan. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pria 60 Tahun Masuk RS setelah Ganti Garam dengan Natrium Bromida karena Saran ChatGPT"
Baca juga: Pria 75 Tahun di China Gugat Cerai Istri Setelah Jatuh Cinta pada Wanita AI
| Akses Layanan Kesehatan Internasional Kini Lebih Mudah, Tak Perlu Bingung Berobat ke Luar Negeri |
|
|---|
| Kisah Pelari Jalani Gaya Hidup Baru Hingga Mendapat Pertemanan Baru |
|
|---|
| SMC RS Telogorejo Kenalkan RONEE, Robot Operasi Lutut yang Lebih Presisi dan Terukur |
|
|---|
| Tips Jaga Kesehatan saat Lebaran: Batasi Makanan Bersantan dan Manis |
|
|---|
| Apa Saja Gejala Kanker Ginjal? Penyakit yang Sebabkan Vidi Aldiano Meninggal di Usia 35 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ilustrasi-Chat-GPT-Kenalan-dengan-Chat-GPT-Plus.jpg)