Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Akhir Tahun, Okupansi Hotel dan MICE di Semarang Melesat Naik

Memasuki akhir tahun, tingkat okupansi hotel di Kota Semarang menunjukan tren positif. Okupansi kamar melesat naik.

TRIBUN JATENG/Eka Yulianti Fajlin
MENGINAP DI HOTEL - Ilustrasi tamu menginap di hotel. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memasuki akhir tahun, tingkat okupansi hotel di Kota Semarang menunjukan tren positif.

Okupansi kamar melesat naik.

Kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) juga mengalami peningkatan pada Desember ini.

Sekretaris Jenderal BPD PHRI Jawa Tengah, Yantie Yulianti menyampaikan, reservasi hotel untuk perayaan malam tahun baru sudah mencapai 40-50 persen.

Angka tersebut dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

"Akhir tahun ini optimismenya lebih bagus daripada tahun lalu. Reservasi untuk malam tahun baru sudah lumayan sekitar 50 persen," ujar Yantie, Jumat (12/12/2025).

Menurutnya, sebagian besar hotel di Semarang telah menyiapkan dinner untuk tamu yang menginap pada malam pergantian tahun.

Baca juga: Malam Christmas Tree Lighting yang Hangat dan Memukau di Hotel Ciputra Semarang

Meski tidak dibuat terlalu meriah karena keprihatinan atas sejumlah bencana di berbagai daerah, acara tetap diselenggarakan sebagai bentuk layanan dan kebutuhan operasional hotel.

"Teman-teman perhotelan sudah aktif mengadakan acara. Tidak seheboh biasanya, tapi minimal compulsory dinner tetap ada," ungkapnya.

Selain peningkatan okupansi kamar, Yanti membeberkan, sektor MICE juga menunjukkan peningkatan signifikan pada Desember ini.

Dia mencatat, ada kenaikan sekitar 20-30 persen, terutama di hotel berbintang 3 hingga 5.

"Event-event pemerintah juga banyak karena harus selesai sebelum tanggal 20. Tempat-tempat meeting sudah mulai penuh," ucapnya.

Di tengah meningkatnya aktivitas perhotelan, PHRI Jateng juga mengingatkan seluruh pengelola hotel untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan reservasi.

Baca juga: Dukung Bakat Anak, Up Peak Hotel Simpang Lima Semarang dan Kiddy Club Gelar Smart Kids Competition

Yantie menuturkan, beberapa kasus sempat terjadi diantaranya reservasi fiktif dan permintaan pengembalian dana palsu.

Pihaknya mengimbau hotel memperketat verifikasi reservasi dan mengawasi tamu dengan gelagat mencurigakan.

"Ada yang mengaku sudah transfer lalu meminta refund, padahal setelah dicek tidak ada transaksi. Bukti transfernya pun palsu. Musim high season seperti ini banyak orang memanfaatkan kondisi," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved