Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

46 Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Uganda: 2 Bus Adu Banteng, Land Cruiser Terbalik

Dua bus bertabrakan adu banteng di jalan raya utama Uganda. Kecelakaan menewaskan 46 orang.

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNNEWS
ILUSTRASI KECELAKAAN: Rabu (22/10/2025) dini hari, dua bus bertabrakan adu banteng di jalan raya utama Uganda. Kecelakaan menewaskan 46 orang. (TRIBUNNEWS) 

TRIBUNJATENG.COM, KAMPALA - Rabu (22/10/2025) dini hari, dua bus bertabrakan adu banteng di jalan raya utama Uganda.

Kecelakaan menewaskan 46 orang dan melukai beberapa lainnya.  

Kejadiannya di Jalan Raya Kampala–Gulu, wilayah Kiryandongo, tak lama setelah tengah malam, sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: Pria Ini Rela Tinggal di Mobil Selama 3 Tahun Terakhir demi Keluarga

Dalam pernyataannya di platform media sosial X, kepolisian Uganda menjelaskan dua bus tersebut bertabrakan saat salah satu sopir mencoba menyalip kendaraan lain. 

Sopir dari kendaraan lain mencoba membanting stir untuk menghindari tabrakan, namun menyebabkan kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan lain.

Di antaranya termasuk sebuah truk dan sebuah Land Cruiser yang kehilangan kendali dan terbalik beberapa kali.

Polisi sebelumnya sempat melaporkan jumlah korban tewas mencapai 63 orang.

Namun, beberapa saat kemudian mengklarifikasi jumlahnya menjadi 46 jiwa.

Polisi menambahkan, jumlah korban tewas direvisi karena beberapa korban sempat ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mungkin keliru dimasukkan dalam penghitungan awal.

Otoritas setempat menyebut pihaknya bekerja sama dengan layanan kesehatan dan darurat untuk mengevakuasi para korban.  

Mereka yang terluka telah dibawa ke Rumah Sakit Kiryandongo dan beberapa fasilitas medis terdekat.

Namun, belum ada rincian lebih lanjut mengenai jumlah pasti korban luka maupun tingkat keparahan cedera.

Foto dan video yang beredar di media lokal memperlihatkan puing logam dua bus besar yang hancur, diterangi sorotan lampu penyelamat.

Presiden Uganda Yoweri Museveni menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Dia menyerukan agar para pengemudi lebih berhati-hati di jalan raya.

Uganda dikenal memiliki catatan keselamatan jalan yang buruk.

Kecelakaan melibatkan bus dan truk kerap terjadi akibat kondisi jalan rusak serta pelanggaran lalu lintas.

Laporan pada 2024 menunjukkan, ada peningkatan enam persen dalam jumlah kecelakaan fatal dibanding tahun sebelumnya, dengan total 4.434 kecelakaan maut dan 5.144 korban jiwa.

Pada April 2025, sepuluh orang tewas di Uganda bagian barat setelah sebuah bus kehilangan kendali dan terguling di jalan raya padat.  

Empat bulan kemudian, sekitar 20 pedagang meninggal dunia ketika truk mereka terbalik.

Setahun sebelumnya, 26 orang tewas setelah sebuah truk terguling dan meledak di jalan raya yang sama, Kampala–Gulu.  

Dua tahun lalu, 21 orang meninggal dan 49 luka-luka dalam kecelakaan bus di perbatasan Kenya–Uganda, selang beberapa hari setelah bus lain menabrak truk yang sedang berhenti dan menewaskan 16 orang.

Sehari sebelumnya, Selasa (21/10/2025), kecelakaan maut terjadi di wilayah tengah Nigeria.

Sebuah truk tangki bahan bakar meledak setelah terbalik di jalan tol.

Sedikitnya 29 orang tewas dan 42 lainnya terluka. 

Ledakan terjadi di Negara Bagian Niger, di sepanjang jalur penghubung antara Bida dan Agaie.

Koordinator lokal Badan Tanggap Darurat Nasional Nigeria, Ibrahim Hussaini, mengatakan bahwa truk pengangkut bahan bakar itu semula terbalik dan mengalami kebocoran.

“Orang-orang bergegas untuk mengambil bahan bakar. Truk itu meledak dan mereka terbakar,” kata Hussaini kepada AFP.

Menurut dia, sebanyak 29 orang tewas dan 42 lainnya mengalami luka bakar serius akibat peristiwa tersebut.

Kecelakaan melibatkan truk tangki kerap terjadi di Nigeria.

Kondisi jalan yang rusak, pengemudi yang melaju kencang, serta pelanggaran aturan lalu lintas menjadi penyebab utama.

Selain itu, banyak warga nekat mengumpulkan bahan bakar dari truk yang terbalik untuk dijual kembali, meski berisiko tinggi.

Pemerintah Nigeria di bawah Presiden Bola Tinubu sebelumnya mencabut subsidi bahan bakar dan melonggarkan kendali mata uang sejak Mei 2023 guna memulihkan ekonomi nasional.

Namun, kebijakan itu memicu lonjakan harga dan krisis biaya hidup di negara terpadat di Afrika tersebut.

Akibat tekanan ekonomi, sebagian warga rela mempertaruhkan nyawa demi memperoleh bahan bakar.

Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada Maret 2025.

Sebuah truk tangki terbakar di luar ibu kota Abuja dan menewaskan 10 orang.

Sementara pada Januari 2025, sebanyak 98 orang tewas dalam ledakan di Negara Bagian Niger setelah mencoba mengumpulkan bahan bakar dari truk yang jatuh.

Pascainsiden tersebut, Presiden Tinubu memerintahkan kampanye nasional untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya dan risiko lingkungan dari pengumpulan bahan bakar secara ilegal. (*)

 

Sumber: https://www.kompas.com/global/read/2025/10/22/173600370/kecelakaan-maut-bus-adu-banteng-46-tewas-di-uganda-.

Sumber: https://www.kompas.com/global/read/2025/10/22/052700870/truk-tangki-meledak-di-nigeria-29-tewas-42-orang-terluka?source=sorotan.

Baca juga: Jenazah Pria 74 Tahun Bangun dan Tersenyum saat Upacara Pemakaman Bikin Gempar Desa

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved