Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Viral di Malaysia: Tentara Pesta Bersama Wanita Panggilan di Kamp

Video yang memperlihatkan sejumlah personel militer Malaysia berpesta bersama wanita panggilan di kamp beredar luas.

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com
ILUSTRASI TENTARA: Video yang memperlihatkan sejumlah personel militer Malaysia berpesta bersama wanita panggilan di kamp beredar luas. Militer Malaysia pun mendapat sorotan tajam. (KOMPAS.COM/canva.com) 

TRIBUNJATENG.COM, SUBANG - Video yang memperlihatkan sejumlah personel militer Malaysia berpesta bersama wanita panggilan di kamp beredar luas.

Militer Malaysia pun mendapat sorotan tajam.

Kementerian Pertahanan Malaysia kemudian memerintahkan penyelidikan internal karena warga sipil tersebut juga masuk tanpa izin.

Baca juga: Seorang Influencer Glamor Berakhir Jadi Gelandangan di Negeri Orang Setelah Terbuai Rayuan Pacar

“Tuduhan tersebut tidak mencerminkan budaya, nilai-nilai, dan praktik militer, yang didasarkan pada disiplin, profesionalisme, dan kepatuhan ketat terhadap prosedur keamanan,” bunyi pernyataan Kemenhan Malaysia, dikutip dari South China Morning Post, Senin (5/1/2026).

Kemenhan juga menegaskan bahwa jika tuduhan terbukti benar, tindakan tegas akan diambil tanpa kompromi, sesuai aturan dan hukum yang berlaku.

Viral di media sosial Negeri Jiran

Kasus ini mencuat setelah video pendek beredar di media sosial pada Minggu (4/1/2026), menunjukkan suasana pesta di dalam kamp militer.

Salah satu klip yang diklaim diambil di Pangkalan Udara Subang memperlihatkan seorang pria merangkul wanita berpakaian seperti hendak ke kelab malam.

Video lain menunjukkan wanita-wanita duduk di bar dan berbincang dengan pria berpakaian kasual.

Pengunggah video menuliskan, warga sipil itu masuk ke kamp dengan pakaian seronok dan dalam keadaan mabuk, berpesta bersama para anggota militer yang beberapa di antaranya sudah berkeluarga bahkan memiliki anak.

“Warga sipil yang memasuki kamp militer harus menunjukkan identitas dan melalui pemeriksaan, tetapi wanita-wanita ‘yeye’ ini diundang, diantar, dan diperlakukan seperti ratu,” tulis pengunggah, menggunakan istilah yang merendahkan.

Unggahan tersebut juga menekankan, tidak semua unit atau personel militer terlibat dalam kegiatan serupa.

“Beberapa unit bebas dari wanita ‘yeye’. Jangan samakan semua patriot bangsa kita,” tulisnya.

Salah satu perwira muda menyebut pesta serupa bisa berlangsung hingga empat kali dalam seminggu, per orang merogoh kocek sekitar 300–400 ringgit (Rp 1,24 juta-Rp 1,65 juta).

“Pada dasarnya ini seperti pesta di kelab malam, tetapi di dalam mess,” ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved