Horizzon
Ke Mana Celana Kiai Ashari
Publik boleh saja marah kepada Ashari, tapi rasanya, polisi harus tetap profesional menegakkan keadilan dengan mengedepankan praduga tak bersalah
Penulis: Ibnu Taufik Juwariyanto | Editor: abduh imanulhaq
Saya mencoba merangkai potongan video sekaligus video yang beredar di publik, di mana saat ditangkap dan diborgol, terlihat Ashari mengenakan celana jins. Namun dalam foto lain yang patut diduga adalah sequel setelahnya, Ashari sudah dilucuti dan dipertontonkan tanpa mengenakan celana. Publik boleh saja marah kepada Ashari, tapi rasanya, polisi harus tetap profesional menegakkan keadilan dengan mengedepankan praduga tak bersalah dan menjaga harkat dan martabat seseorang.
Saya kemudian membuka kisah di balik kasus ini yang ternyata sudah dilaporkan sejak pertengahan tahun 2025. Kasus ini sudah berjalan dan beberapa saksi sudah diperiksa, namun akhirnya mencabut keterangannya.
Kasus ini sempat mandek lantaran penyidik mengaku kurang cukup bukti hingga terkesan tersendat. Dalam beberapa pemberitaan juga muncul Ashari bahkan berani mengeluarkan uang ratusan juta rupiah untuk mengancam para saksi untuk mencabut keterangannya.
Saya tidak mencoba membiarkan dugaan liar, apakah uang dari Ashari ini juga lari ke pihak lain sehingga kasus ini sebelumnya terkesan tersendat, namun yang jelas polisi sebenarnya sudah memahami kasus ini secara utuh. Untuk itu, dengan semangat reformasi kepolisian dan agar publik ini tetap merasa memiliki institusi polisi yang professional, rasanya hal-hal seperti menelanjangi Ashari yang saat ditangkap mengenakan celana dan kemudian tak memakai celana dalam foto yang lain tak perlu dilakukan.
Untuk membuktikan sekaligus menunjukkan bahwa polisi sudah bekerja keras menangkap Ashari yang melarikan diri juga tak perlu ditunjukkan dengan sesi foto ramai-ramai dengan ekspresi kemenangan. Cukup pastikan setiap kasus yang dilaporkan oleh masyarakat berjalan dengan prosedur yang benar, rasanya itu sudah lebih dari cukup dan tak perlu aksi-aksi anak kecil layaknya polisi India.
Apa pun itu, publik mengapresiasi langkah Polresta Pati menangkap Kiai Ashari dan semua menunggu bagaimana keadilan di negeri ini masih bisa ditegakkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ibnu-Taufik.jpg)