Berita Kajen
Selang Susu dan Harapan: Kisah Arsa Melawan Bibir Sumbing
Arsa Bama Devananta sudah akrab dengan selang susu yang menempel setiap hari untuk membantunya bertahan.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Di usianya yang baru delapan bulan, Arsa Bama Devananta sudah akrab dengan selang susu yang menempel setiap hari untuk membantunya bertahan.
Bayi asal RT 15 dan RW 8, Desa Kauman, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan itu tengah menjalani perjuangan panjang melawan bibir sumbing dan sumbing langit-langit mulut yang dideritanya sejak lahir.
Baca juga: Didukung Hibah Lahan Warga, Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi
Di balik keterbatasan ekonomi keluarganya, tersimpan harapan besar agar Arsa bisa segera mendapatkan penanganan medis dan tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.
Arsa lahir pada 30 September 2025 di RSUD Kraton dengan kondisi bibir sumbing disertai langit-langit mulut yang belum terbentuk sempurna.
Kelainan bawaan itu membuat, proses makan menjadi tantangan utama dalam masa tumbuh kembangnya.
Hngga kini, Arsa masih harus menerima asupan susu melalui selang dan membutuhkan susu nutrisi khusus agar berat badannya meningkat.
Bagi pasangan Kusbanu (41) dan Mafiroh (30), kondisi putra mereka menjadi ujian yang harus dijalani dengan penuh kesabaran.
Sang ayah yang bekerja sebagai nelayan menggantungkan penghasilan dari hasil melaut yang tidak menentu, sementara Mafiroh sepenuhnya mendampingi Arsa di rumah.
Setiap hari, perhatian keluarga tertuju pada perkembangan berat badan Arsa. Sebab, kenaikan berat badan menjadi salah satu syarat penting agar tindakan operasi bibir sumbing dapat segera dilakukan.
"Yang dibutuhkan, sekarang susu. Susunya untuk mengejar berat badan agar operasinya cepat. Kami berharap, anak kami bisa segera mendapatkan bantuan dan penanganan yang dibutuhkan."
"Semoga ada jalan agar Arsa bisa sehat dan tumbuh seperti anak-anak lainnya," ujar Mafiroh kepada Tribunjateng.com, Rabu (20/5/2026).
Sebelumnya, Arsa sempat mendapatkan bantuan susu nutrisi dari RSUD Kraton berdasarkan hasil pemantauan dan pendataan Dinas Sosial.
Bantuan tersebut,bsangat membantu dalam mendukung tumbuh kembang sekaligus meningkatkan berat badan Arsa. Namun, sejak Januari 2026 bantuan itu diketahui terhenti.
Sejak tidak lagi memperoleh bantuan susu, perkembangan berat badan Arsa disebut tidak menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan cenderung menurun.
Kondisi itu membuat proses menuju operasi menjadi semakin menantang.
Meski demikian, perhatian terhadap Arsa terus mengalir. Pemerintah Desa Kauman dan Polsek Wiradesa telah memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bayi tersebut.
"Respons dari desa baik, langsung tanggap. Saya mengucapkan terimakasih," tuturnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kauman, Umul Khasanah, sejak mengetahui kondisi Arsa, pihak PKK bersama pemerintah desa bergerak cepat memberikan perhatian dan pemantauan rutin guna memastikan kebutuhan dasar bayi tersebut dapat terpenuhi, terutama dalam upaya mendukung persiapan operasi medis yang akan dijalani.
"Begitu mengetahui kondisi Adik Arsa, kami langsung tanggap. Setiap bulan kami pantau, dan kami juga meminta bantuan desa untuk memenuhi kebutuhannya, paling tidak susu untuk membantu tumbuh kembangnya," katanya.
Selain pemantauan kesehatan, PKK juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa agar kebutuhan mendesak Arsa dapat segera direspons.
Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, usulan bantuan akan disampaikan melalui forum PKD agar bisa segera ditindaklanjuti.
"Kalau ada sesuatu yang urgent, kami usulkan ke desa agar mendapatkan penanganan lebih cepat" tambahnya
Pendamping Sosial Kecamatan Wiradesa, Sumiyati, menambahkan bahwa berbagai langkah pendampingan terus dilakukan, mulai dari pengajuan bantuan Pemenuhan Hidup Layak melalui Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan ke Kementerian Sosial, pengusulan bantuan ke Baznas Kabupaten Pekalongan, hingga aktivasi PBI JKN-KIS untuk menjamin akses layanan kesehatan Arsa.
Baca juga: Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Ditutup Hingga 20 Februari 2026: Ada 7 Titik Rawan Longsor
'Kami terus mendampingi keluarga, dan mengupayakan agar bantuan yang dibutuhkan Arsa segera dapat direalisasikan," ujarnya.
Menurut Sumiyati, biaya operasi sebenarnya dapat ditanggung pemerintah.
Namun, keluarga masih membutuhkan dukungan untuk biaya transportasi menuju lokasi operasi, kebutuhan hidup selama proses pengobatan, serta yang paling mendesak saat ini adalah ketersediaan susu nutrisi khusus. (Dro)
| Remaja Hilang di Sungai Sengkarang Pekalongan Ditemukan 50 Meter dari Lokasi Tenggelam |
|
|---|
| Sukirman Dorong Sinangohprendeng Cup Cetak Generasi Emas Sepak Bola Pekalongan |
|
|---|
| Perda Cagar Budaya Jadi Langkah Baru Jaga Aset Sejarah Kabupaten Pekalongan |
|
|---|
| Ketua Komisi C Khozin Soroti Progres RSUD Kraton, Target Akhir 2026 Harus Tercapai |
|
|---|
| Nelayan Pekalongan Terancam Stop Melaut: Solar Subsidi Langka, Nonsubsidi Tembus Rp30 Ribu per Liter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260520_Ketua-Tim-Penggerak-PKK-Desa-Kauman-Umul-Khasanah_1.jpg)