Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kajen

Selang Susu dan Harapan: Kisah Arsa Melawan Bibir Sumbing

Arsa Bama Devananta sudah akrab dengan selang susu yang menempel setiap hari untuk membantunya bertahan.

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Indra Dwi Purnomo
BAYI BIBIR SUMBING - Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kauman, Umul Khasanah (kiri), didampingi Pendamping Sosial Kecamatan Wiradesa, Sumiyati saat melakukan pemeriksaan dan pemantauan, Arsa Bama Devananta umur 8 bulan, di RT 15 dan RW 8, Desa Kauman, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Rabu (20/5/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Di usianya yang baru delapan bulan, Arsa Bama Devananta sudah akrab dengan selang susu yang menempel setiap hari untuk membantunya bertahan.

Bayi asal RT 15 dan RW 8, Desa Kauman, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan itu tengah menjalani perjuangan panjang melawan bibir sumbing dan sumbing langit-langit mulut yang dideritanya sejak lahir.

Baca juga: Didukung Hibah Lahan Warga, Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi

Di balik keterbatasan ekonomi keluarganya, tersimpan harapan besar agar Arsa bisa segera mendapatkan penanganan medis dan tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.

Arsa lahir pada 30 September 2025 di RSUD Kraton dengan kondisi bibir sumbing disertai langit-langit mulut yang belum terbentuk sempurna.

Kelainan bawaan itu membuat, proses makan menjadi tantangan utama dalam masa tumbuh kembangnya.

Hngga kini, Arsa masih harus menerima asupan susu melalui selang dan membutuhkan susu nutrisi khusus agar berat badannya meningkat.

Bagi pasangan Kusbanu (41) dan Mafiroh (30), kondisi putra mereka menjadi ujian yang harus dijalani dengan penuh kesabaran.

Sang ayah yang bekerja sebagai nelayan menggantungkan penghasilan dari hasil melaut yang tidak menentu, sementara Mafiroh sepenuhnya mendampingi Arsa di rumah.

Setiap hari, perhatian keluarga tertuju pada perkembangan berat badan Arsa. Sebab, kenaikan berat badan menjadi salah satu syarat penting agar tindakan operasi bibir sumbing dapat segera dilakukan.

"Yang dibutuhkan, sekarang susu. Susunya untuk mengejar berat badan agar operasinya cepat. Kami berharap, anak kami bisa segera mendapatkan bantuan dan penanganan yang dibutuhkan."

"Semoga ada jalan agar Arsa bisa sehat dan tumbuh seperti anak-anak lainnya," ujar Mafiroh kepada Tribunjateng.com, Rabu (20/5/2026).

Sebelumnya, Arsa sempat mendapatkan bantuan susu nutrisi dari RSUD Kraton berdasarkan hasil pemantauan dan pendataan Dinas Sosial.

Bantuan tersebut,bsangat membantu dalam mendukung tumbuh kembang sekaligus meningkatkan berat badan Arsa. Namun, sejak Januari 2026 bantuan itu diketahui terhenti.

Sejak tidak lagi memperoleh bantuan susu, perkembangan berat badan Arsa disebut tidak menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan cenderung menurun. 

Kondisi itu membuat proses menuju operasi menjadi semakin menantang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved