Kesehatan
Kapan Obesitas Perlu Penanganan Medis? Ini 3 Tandanya
Berikut beberapa tanda yang menunjukkan bahwa penanganan medis untuk obesitas sudah diperlukan.
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
Tanda berikutnya yang tak boleh diabaikan adalah ketika obesitas disertai penyakit penyerta atau komplikasi.
“Terlebih jika kondisi badan sudah obesitas dan diikuti dengan penyakit komplikasi lain, seperti jantung, diabetes, hipertensi, maka perlu penanganan medis sedini mungkin,” ujar Waluyo.
Ia menyebutkan, kombinasi obesitas dengan penyakit kronis lain dapat memperparah kondisi tubuh karena organ vital seperti jantung dan ginjal bekerja lebih berat dari normal.
“Tujuannya agar tidak timbul komplikasi kronik yang bisa membahayakan keselamatan pasien,” lanjutnya.
Pada tahap ini, pasien mungkin membutuhkan terapi gizi klinik, obat penurun berat badan, dan perawatan khusus untuk mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah.
Pendekatan medis menjadi penting untuk mencegah komplikasi semakin berat dan mengembalikan fungsi tubuh secara optimal.
3. Perubahan gaya hidup tidak membawa hasil
Waluyo juga menyoroti kondisi ketika seseorang sudah berusaha menjalani gaya hidup sehat, tetapi tidak mengalami perubahan signifikan pada berat badan.
“Apabila sudah mencoba merubah gaya hidup secara konsisten selama tiga sampai enam bulan tapi belum membuahkan hasil, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui solusi dan kondisinya,” ujarnya.
Menurutnya, kegagalan dalam menurunkan berat badan meski sudah berkomitmen menjalani pola makan seimbang dan olahraga rutin bisa menjadi pertanda adanya gangguan metabolik atau faktor medis lain.
Dalam situasi ini, dokter akan membantu mengevaluasi penyebabnya dan menentukan strategi yang paling sesuai.
Penanganan bisa berupa pemeriksaan hormon tiroid, gangguan metabolisme, atau terapi yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan pasien.
Segera konsultasi soal obesitas sebelum terlambat Waluyo menegaskan, obesitas bukan sekadar persoalan estetika, melainkan kondisi medis yang bisa berdampak serius pada kesehatan jangka panjang.
Maka dari itu, mengenali tanda-tanda bahwa tubuh memerlukan bantuan profesional menjadi langkah penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif. (*)
Baca juga: Profesi dengan Penderita Obesitas Terbanyak di Indonesia: TNI, Polri, PNS, dan Pegawai BUMN
| Kebutuhan Dokter di Jawa Tengah masih tinggi, Tantangan Kesehatan Makin Kompleks |
|
|---|
| Akses Layanan Kesehatan Internasional Kini Lebih Mudah, Tak Perlu Bingung Berobat ke Luar Negeri |
|
|---|
| Kisah Pelari Jalani Gaya Hidup Baru Hingga Mendapat Pertemanan Baru |
|
|---|
| SMC RS Telogorejo Kenalkan RONEE, Robot Operasi Lutut yang Lebih Presisi dan Terukur |
|
|---|
| Tips Jaga Kesehatan saat Lebaran: Batasi Makanan Bersantan dan Manis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Viral-Bocah-10-Tahun-Tewas-Diduduki-Ibu-Angkat-yang-Beratnya-154-Kg.jpg)