Semarang
Manfaat dan Risiko Vasektomi, Pria Semarang Dapat Rp 1 Juta Jika Melakukannya
Pemkot Semarang akan memberikan insentif Rp 1 juta untuk pria yang mau melakukan program KB vasektomi.
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM - Pemkot Semarang akan memberikan insentif Rp 1 juta untuk pria yang mau melakukan program KB vasektomi.
Lalu apa saja risiko vasektomi? dan bagaimana dampak hingga perawatannya? berikut ini ulasannya.
Sesuai data, vasektomi merupakan metode kontrasepsi permanen untuk pria.
Caranya yakni memutus saluran sperma sehingga tidak terjadi pembuahan saat berhubungan badan.
Baca juga: Pemkot Semarang Iming-imingi Insentif Rp1 Juta bagi Pria yang Mau KB Vasektomi
Baca juga: Anggota DPRD Nilai Program Vasektomi Berinsentif di Kota Semarang Harus Tepat Sasaran
• Dapat Uang Rp 1 Juta, Minat Pria di Kota Semarang Ikuti KB Vasektomi Melonjak
Cara ini dimaksudkan pula untuk menekan angka stunting, tak semata-mata untuk sukseskan program KB.
Kepala Dinkes Kota Semarang, M Abdul Hakam membenarkan adanya insentif tersebut.
“Informasi tersebut benar, ada insentif Rp1 juta,” kata Hakam seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (13/11/2025).
Namun, dia menepis kabar bahwa pelayanan vasektomi sudah bisa dilakukan di seluruh puskesmas.
“Hanya dilayani di rumah sakit yang ditunjuk. Belum ada di puskesmas,” ujarnya.
Menurut Hakam, saat ini baru lima rumah sakit di Kota Semarang yang melayani KB pria.
Rumah Sakit Tentara (RST) Bhakti Wira Tamtama
Rumah Sakit Adhiatma Tugurejo
Rumah Sakit Nasional Diponegoro
Rumah Sakit Hermina Pandanaran
Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum.
Manfaat dan Risiko Vasektomi
Vasektomi adalah prosedur medis berupa pemotongan vas deferens, yaitu saluran kecil dalam skrotum yang membawa sperma dari testis ke penis.
Metode KB permanen untuk pria ini juga dikenal sebagai sterilisasi.
Meski menghentikan aliran sperma, vasektomi tidak memengaruhi kemampuan pria dalam ejakulasi dan mencapai orgasme.
Prosedur ini dirancang untuk mencegah kehamilan secara efektif dan permanen.
Seberapa Efektif?
Dikutip dari laman resmi BKKBN, vasektomi memiliki tingkat keberhasilan hingga 99 persen dalam mencegah kehamilan.
Artinya, dari 100 pasangan, kurang dari satu wanita bisa hamil dalam setahun setelah pasangannya menjalani prosedur ini.
Namun, setelah vasektomi, pria disarankan menjalani tes lanjutan 8–16 minggu kemudian untuk memastikan tidak ada sperma tersisa.
Dalam beberapa kasus langka, vas deferens bisa menyambung kembali secara alami.
Jenis-jenis Vasektomi
Terdapat dua metode vasektomi:
Vasektomi Konvensional
Dokter membuat sayatan pada skrotum, lalu mengangkat, mengikat, atau membakar (katerisasi) vas deferens.
Sayatan kemudian dijahit.
Vasektomi Tanpa Pisau Bedah (No-Scalpel)
Metode ini menggunakan penjepit kecil untuk menahan saluran sperma, lalu membuat lubang kecil di kulit tanpa sayatan.
Vas deferens dipotong dan diikat.
Karena minim risiko dan tidak perlu jahitan, metode ini lebih populer.
Proses Pemulihan
Setelah prosedur, pria mungkin mengalami bengkak, perdarahan, atau rasa tidak nyaman.
Kompres dingin bisa membantu meredakan pembengkakan dan nyeri.
Disarankan untuk tidak melakukan ejakulasi selama setidaknya tujuh hari pascaoperasi.
Mereka yang baru menjalani vasektomi juga dianjurkan mengenakan celana dalam ketat untuk menopang skrotum dan menghindari aktivitas berat selama seminggu, atau sesuai anjuran dokter.
Manfaat Vasektomi
Vasektomi dikenal sangat efektif sebagai kontrasepsi jangka panjang.
Kenyamanan dan Keamanan Prosedur ini tidak memengaruhi kadar testosteron, fungsi ereksi, libido, maupun orgasme.
Pria bisa langsung pulang setelah prosedur selesai.
Risiko yang Mungkin Terjadi
Meskipun tergolong aman, vasektomi tetap memiliki potensi risiko seperti:
Infeksi
Nyeri pada testis
Granuloma sperma (penumpukan sperma yang membentuk benjolan)
Hematoma (penggumpalan darah di skrotum)
Sensasi penuh pada testikel
Mengingat sifatnya yang permanen, vasektomi sebaiknya dilakukan atas dasar kesadaran dan kesiapan penuh. (*)
Sumber: kompas.com
| Cerita Warga Kalialang Didatangi Gerombolan Monyet: Bedol Singkong hingga Ngopi di Pos Ronda |
|
|---|
| Cerita di Balik Tim 'Pemburu Mayat' Semarang: Pernah Kumpulkan Potongan Jenazah |
|
|---|
| Ratusan Hektar Tambak di Mangunharjo Terdampak Rob, Produksi Ikan Menurun |
|
|---|
| Pawai Ogoh-Ogoh Bakal Digelar di Semarang, Catat Tanggal dan Rutenya! |
|
|---|
| BRI Sisipkan Edukasi Literasi Keuangan saat Gelar Youth Champions League Semarang 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-keluarga-berencana-kb.jpg)