Kesehatan
SMC RS Telogorejo Kenalkan RONEE, Robot Operasi Lutut yang Lebih Presisi dan Terukur
Penggunaan teknologi robotik dalam operasi penggantian sendi lutut dinilai memberikan hasil yang lebih presisi.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penggunaan teknologi robotik dalam operasi penggantian sendi lutut dinilai memberikan hasil yang lebih presisi dibandingkan metode konvensional.
Hal ini disampaikan Direktur Utama SMC RS Telogorejo, dr. Alice Sutedjo Lisa, M.K.M, usai peluncuran RONEE (Telogorejo Robotic Knee) serta grand re-launching Wound Management (WMC) dan One Day Surgery (ODS), di Auditorium Lt.3 SMC RS Telogorejo Semarang, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, perbedaan mendasar antara metode robotik dan konvensional terletak pada tingkat akurasi dalam proses tindakan medis.
“Kalau konvensional, tulang dipotong secara manual lalu dipasang. Sementara dengan robotik, semuanya sudah direncanakan lebih dulu menggunakan CT scan tiga dimensi, sehingga hasilnya lebih presisi,” kata dia.
Baca juga: Universitas Tzu Chi Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan Universitas Telogorejo Semarang
Baca juga: Datang ke Rumah Sakit Hendak Berobat, Warga Blora Kaget BPJS PBI Miliknya Tak Aktif
Ia menjelaskan, melalui pemetaan berbasis teknologi 3D tersebut, dokter dapat melakukan simulasi sebelum operasi dilakukan. Hal ini membuat pemasangan implan menjadi lebih tepat dan sesuai dengan kondisi anatomi pasien.
“Dengan robotik, risiko kesalahan seperti kemiringan atau ketidaktepatan bisa diminimalkan. Lukanya juga lebih kecil, sehingga proses penyembuhan diharapkan lebih cepat,” jelasnya.
Selain meningkatkan akurasi, penggunaan teknologi ini juga berdampak pada kenyamanan pasien pascaoperasi. Pasien disebut dapat lebih cepat berdiri dan menjalani proses pemulihan dibandingkan metode konvensional.
“Dengan metode ini, pasien diharapkan bisa lebih cepat berdiri. Memang tetap perlu perawatan satu hingga dua hari, tapi secara umum pemulihannya lebih cepat,” katanya.
Dari sisi biaya, Alice menyebutkan bahwa tindakan operasi dengan teknologi robotik RONEE berada di kisaran Rp90 juta untuk satu lutut. Meski tergolong tinggi, biaya tersebut dinilai masih lebih terjangkau dibandingkan layanan serupa di luar negeri.
“Kalau dibandingkan dengan luar negeri, tentu jauh lebih murah. Untuk asuransi, tergantung masing-masing kebijakan, ada yang menanggung, ada yang tidak,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, saat ini layanan robotik tersebut belum sepenuhnya terakomodasi dalam skema BPJS Kesehatan, terutama terkait penggunaan implan.
Lebih lanjut, Alice menyebut bahwa kehadiran teknologi robotik untuk operasi lutut masih terbatas di Indonesia.
Di Jawa Tengah, RS Telogorejo menjadi salah satu yang pertama menghadirkan layanan ini.
“Di Jawa Tengah, saat ini baru kami yang memiliki teknologi ini. Di Indonesia pun masih terbatas,” ujarnya.
Teknologi RONEE sendiri berasal dari Korea Selatan, termasuk dalam hal pelatihan tenaga medis. Ia memastikan bahwa dokter-dokter di RS Telogorejo telah menjalani pelatihan dan sertifikasi sebelum mengoperasikan teknologi tersebut.
| Tips Jaga Kesehatan saat Lebaran: Batasi Makanan Bersantan dan Manis |
|
|---|
| Apa Saja Gejala Kanker Ginjal? Penyakit yang Sebabkan Vidi Aldiano Meninggal di Usia 35 Tahun |
|
|---|
| Mengatasi Masalah Back Pain hingga Skoliosis dengan Metode Physio-Pilates, Benahi Posisi Tubuh |
|
|---|
| Kanker Serviks Kerap Terlambat Terdeteksi, Ini Pesan Sinta Nuriyah Wahid untuk Perempuan Semarang |
|
|---|
| Benarkah Anak Bayi Tabung Rentan Alami Gangguan Perkembangan? Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260331_ROBOTIC-KNEE-SMC-RS-Telogorejo-Semarang-melaunching-RONEE-alat-operasi-lutut.jpg)