Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Jangan Diam! Ini 5 Cara Melindungi Diri dari Ancaman KDRT Agar Tidak Berujung Fatal

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bukanlah masalah domestik biasa yang bisa diselesaikan hanya dengan mendiamkannya.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Instagram
ILUSTRASI KDRT - KDRT yang Dialami Selebgram Anastasia Noor Widiastuti dari Suaminya. Berikut adalah cara melindungi diri dari ancaman KDRT dan mencegah kondisi yang lebih fatal. 

Pelaku KDRT seringkali mengisolasi korbannya agar merasa tidak memiliki dukungan. Langkah krusial adalah memutus isolasi tersebut:

Buka Cerita: Cari satu atau dua orang yang Anda percayai—bisa anggota keluarga, sahabat, atau rekan kerja—untuk mengetahui kondisi Anda sebenarnya.

Jaga Koneksi: Jangan memutuskan hubungan dengan lingkungan sosial. Semakin banyak orang yang mengetahui situasi Anda, semakin kecil ruang gerak pelaku untuk bertindak sewenang-wenang.

4. Cari Bantuan Profesional

Anda tidak harus menghadapi ini sendirian. Ada pihak-pihak yang memiliki keahlian dan wewenang untuk membantu:

Layanan Konseling: Hubungi psikolog atau lembaga bantuan hukum yang berfokus pada isu perempuan.

Hotline KDRT: Di Indonesia, Anda bisa menghubungi SAPU 129 (Sapa 129) milik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melalui hotline atau WhatsApp untuk mendapatkan pendampingan dan rujukan layanan.

Kepolisian: Jangan ragu untuk melapor ke unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) di kantor polisi terdekat jika Anda merasa nyawa Anda terancam.

5. Prioritaskan Keamanan di Atas Status

Banyak istri bertahan karena alasan anak, stigma sosial, atau rasa sayang. Namun, sadarilah bahwa lingkungan rumah yang penuh kekerasan sangat merusak mental anak dan membahayakan nyawa Anda.

Tinggalkan Jika Perlu: Jika situasi sudah sangat berbahaya, pergi adalah pilihan yang paling logis. Anda bisa mencari perlindungan di rumah aman (safe house) yang disediakan oleh pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat.

Ingatlah mengakhiri kekerasan bukan berarti Anda gagal dalam pernikahan.

Anda justru sedang berjuang untuk mempertahankan hidup dan masa depan yang lebih sehat.

Baca juga: Sudah Motor Istri Digadaikan, Suami Ini Tega Lakukan KDRT Istri yang sedang Hamil Tua

KDRT bukanlah kesalahan Anda.

Anda tidak pantas diperlakukan secara kasar, apa pun alasannya.

Jika Anda merasa berada dalam bahaya yang sangat mendesak, segera cari tempat aman di luar rumah dan jangan kembali sebelum Anda memiliki sistem pendukung yang mampu menjamin keamanan Anda. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved