Berita Batang
Cuaca Ekstrem Ancam Aktivitas Warga Batang, BPBD Soroti Risiko di Wilayah Pegunungan hingga Pesisir
Berdasarkan prakiraan dari BMKG hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi secara tidak merata,
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 5 hingga 7 Mei 2026 tak hanya menjadi peringatan biasa, tetapi juga dinilai dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di Kabupaten Batang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyoroti kerentanan wilayah, mulai dari dataran tinggi hingga kawasan pesisir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Batang, Muhammad Fajri, menyebutkan bahwa kondisi cuaca beberapa hari ke depan berpotensi memicu gangguan signifikan, terutama pada sektor pertanian, transportasi, hingga aktivitas nelayan.
“Wilayah pegunungan berisiko tinggi terhadap longsor, sementara daerah pesisir harus mewaspadai perubahan gelombang dan angin kencang yang bisa datang tiba-tiba,” kata Fajri kepada Tribunjateng, Rabu (6/5/2026)
Berdasarkan prakiraan dari BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi secara tidak merata, terutama pada siang hingga malam hari.
Kondisi ini dinilai dapat menyulitkan masyarakat dalam memprediksi waktu aman untuk beraktivitas.
BPBD mencatat, selain banjir dan longsor, potensi angin kencang hingga hujan es juga perlu diwaspadai karena bisa berdampak pada permukiman warga dan jaringan listrik.
Bahkan, perubahan cuaca yang cepat disebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
“Kami mendorong masyarakat untuk lebih adaptif terhadap perubahan cuaca. Jangan memaksakan aktivitas saat kondisi tidak memungkinkan,” tegasnya.
Di sisi lain, sektor kelautan juga terdampak.
Gelombang di perairan utara Jawa Tengah tergolong rendah, namun di perairan selatan bisa mencapai kategori sedang.
Hal ini menjadi perhatian khusus bagi nelayan agar lebih berhati - hati saat melaut.
Dengan suhu udara berkisar antara 18 hingga 34 derajat Celsius serta kelembapan tinggi, kondisi ini juga berpotensi memicu gangguan kesehatan, seperti kelelahan hingga penyakit akibat perubahan cuaca.
Pemerintah Kabupaten Batang pun mengimbau masyarakat untuk tidak hanya waspada, tetapi juga proaktif mencari informasi cuaca terkini dari sumber resmi.
Kesiapsiagaan dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan selama periode cuaca ekstrem ini. (Ito)
| Kapasitas Dipangkas, Strategi Berubah TPST Sentul Andalkan Pemilahan Sampah dari Rumah |
|
|---|
| Bupati Batang Lari 5 Km Sambil Pungut Sampah, Gaungkan Kampanye Lingkungan ke Dunia |
|
|---|
| Gunakan Skema Sister City dengan Zhijiang, Pemkab Batang Fokus Tingkatkan SDM Lokal |
|
|---|
| 300 Sekolah di Batang Rusak, Perbaikan Butuh Waktu 45 Tahun |
|
|---|
| Koperasi Desa Merah Putih di Batang Mulai Bergerak, Tantangan SDM & Partisipasi Warga Masih Jadi PR |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260506_batang_Muhammad-Fajri.jpg)