Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Horizzon

Noel yang Apes 

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan mampu mencuri panggung pemberitaan

DOK
Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Jateng 

Noel menuntun pikiran saya untuk semakin percaya korupsi di negeri ini hanya soal kesempatan. Berteriak melawan korupsi bukan berarti memusuhi perilaku korupsi, tetapi bentuk rasa iri lantaran tak memiliki kesempatan untuk melakukannya. 

Selain pemahaman itu, ada satu hal lagi yang membuat pikiran saya semakin liar sekaligus putus asa dengan negeri ini. Yaitu sebuah pikiran liar yang menuding Noel adalah orang yang sengaja dikorbankan. 

Pikiran ini tidak senada dengan tudingan yang mengarah kasus Noel adalah pengalihan isu dari kasus Bobby Nasution di Medan. Kalaupun ada kaitanya, kasus Bobby adalah bagian kecil dari contoh kasusnya saja. 

Dalam pikiran saya, Noel adalah anak baru yang kurang ajar. Dia sama sekali tidak memiliki DNA sebagai bagian dari oligarki yang selama ini segala tingkah polahnya merampas kekayaan negeri ini. Noel bukan bagian dari mereka yang punya daya upaya untuk membuat barrier politik sebagaimana kasus-kasus lain yang jauh lebih besar. 

Terlepas dari bagian mereka yang ikut mengolok-olok Noel, saya bertanya tentang kelanjutan pagar laut di Banten, kasus oplosan minyak di pertamina, BLBI, dan kasus-kasus lain yang pernah mencuat.

Atau begini sederhananya, kasus Timah di Bangka Belitung misalnya. Apakah kasus tersebut sudah selesai? Bukankah dari kasus Timah di Babel membuka peluang untuk mengusut keterlibatan banyak petinggi di negeri ini? 

Tapi lagi-lagi, harapan saya mungkin terlalu jauh. Jangankan menuntut itu, Negara ini bahkan seperti tak punya malu ketika melihat kasus pagar laut menguap di meja makan ketika di belakangnya ada cukong-cukong besar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved