Berita Pekalongan
2 TPS3R Siap Beroperasi di Kota Pekalongan, 6 Jam Bisa Olah 24 Ton Sampah per Hari
TPS3R baru yang dibangun Pemkot Pekalongan di Kelurahan Panjang Baru dan Padukuhan Kraton, segera memasuki tahap operasional.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) baru yang dibangun Pemkot Pekalongan di Kelurahan Panjang Baru dan Padukuhan Kraton, segera memasuki tahap operasional.
Kedatangan mesin berkapasitas besar yang saat ini dalam proses pengiriman menjadi penanda bahwa kedua fasilitas tersebut siap difungsikan guna memperkuat penanganan sampah kota.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid melakukan monitoring dan evaluasi pada Rabu (3/12/2025). Dalam tinjauannya Aaf menyampaikan, progres pembangunan TPS3R terus menunjukkan hasil positif.
Baca juga: Panen Demplot Sekolah Lapang Jagung di Lambur Pekalongan, Capaian Tanam Tembus 981 Hektare
• TPST Padukuhan Kraton Pekalongan Disulap Lebih Hijau Lewat Aksi Tanam Pohon
Dia menjelaskan, meski pembangunan di Padukuhan Kraton sempat terhambat pada tahap awal pencarian lokasi, seluruh kendala kini telah terselesaikan.
Sementara itu, pembangunan TPS3R di Panjang Baru berjalan lebih lancar dan tinggal menunggu kedatangan mesin sebelum dapat dioperasikan.
Menurut Aaf, keberadaan TPS3R dengan kapasitas pengolahan hingga 1 ton per jam ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Pekalongan.
Kapasitas tersebut akan semakin optimal seiring meningkatnya keterampilan tenaga kerja yang akan menangani operasional mesin.
"Awal mungkin tenaga kerjanya belum begitu terampil, tetapi lama-lama akan maksimal. Yang penting penanganan sampah bisa berjalan baik," terangnya, Kamis (4/12/2025).
Dia menambahkan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam pengurangan sampah.
Sejumlah TPS3R representatif kini telah beroperasi di berbagai kecamatan dan dapat dimanfaatkan untuk menampung sampah dari wilayah lain yang belum memiliki fasilitas serupa.
Saat ini Kota Pekalongan memiliki sekira 29 TPS3R, namun tidak semuanya beroperasi secara optimal.
"Pemerintah berkomitmen, mengevaluasi fasilitas yang kurang maksimal, termasuk mesin yang performanya mulai menurun," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aaf juga menyoroti adanya rekomendasi terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup yang melarang penggunaan mesin incinerator.
Padahal, Pemkot Pekalongan sebelumnya telah mengadakan tiga incinerator yang kini perlu dikaji ulang kesesuaiannya.
"Kami ikuti rekomendasi kementerian. Mesin incinerator yang ada akan kami evaluasi apakah masih bisa digunakan sesuai standar," jelasnya.
Baca juga: Balqis Diab: Kolaborasi 3 Kota di Pekalongan Dorong Batik Indonesia Kembali Bangkit
• Wali Kota Pekalongan Raih Anugerah Dwijapraja Nugraha Karena Komitmen Majukan Pendidikan
Pekalongan
TPS3R
Achmad Afzan Arslan Djunaid
sampah
Mesin Incinerators
Deni Setiawan
Tribunjateng.com
| Janji Nabil, Pelajar Pekalongan Bersuara Hentikan Kebiasaan Berbahaya di Jalan Tol Pekalongan |
|
|---|
| Smartphone Bisa Jadi Guru Sekaligus Ancaman, Ini Penjelasan Aaf Wali Kota Pekalongan |
|
|---|
| RSUD Kraton Andalkan X-Ray Portable untuk Percepat Deteksi TBC Bhabinkamtibmas Polres Pekalongan |
|
|---|
| 234 Hektare Tebu Jadi Taruhan Pekalongan Dukung Swasembada Gula |
|
|---|
| PLT Bupati Sukirman : Muslimat NU Garda Terdepan Pelayanan dan Pembangunan Umat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251204-_-Wali-Kota-Pekalongan-Achmad-Afzan-Arslan-Djunaid-Tinjau-TPS3R.jpg)