Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Dosen FTIK UIN Saizu Bahas Transformasi Kurikulum Menuju Outcome-Based Education

FTIK UIN Saizu gelar diskusi rutin dosen, bahas transformasi kurikulum perguruan tinggi berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Editor: Editor Bisnis
Ist
Dosen FTIK UIN Saizu gelar diskusi rutin bertema Outcome-Based Education (OBE). 

 

TRIBUNJATENG.COM -  Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menggelar diskusi rutin dosen dengan tema “Transformasi Kurikulum Perguruan Tinggi Menuju Outcome-Based Education: Integrasi SN-Dikti dan MBKM.”

Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting Room pada Kamis (28/08) pukul 13.00–15.00 WIB, menghadirkan Dr. Dian Aswita dari Universitas Negeri Makassar sebagai narasumber, serta dipandu oleh Novi Mayasari selaku moderator.

Dekan FTIK UIN Saizu Purwokerto, Prof. Fauzi menegaskan bahwa diskusi rutin ini menjadi ruang strategis untuk berbagi gagasan dan memperkuat komitmen bersama menghadapi perubahan kurikulum pendidikan tinggi.

Ia menyampaikan bahwa mulai semester ini FTIK resmi mengimplementasikan desain kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang telah disepakati.

“Para dosen kini sedang mendesain output dan outcome untuk setiap mata kuliah. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga harus mampu menghasilkan produk konkret sesuai bidang studinya. Desain kurikulum ini sudah diselaraskan dengan visi keilmuan program studi agar profil lulusan lebih terarah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dekan menekankan pentingnya kesamaan persepsi antar-dosen dalam memahami OBE. Menurutnya, meskipun istilah OBE sudah akrab, diskusi tetap diperlukan untuk memastikan implementasi berjalan efektif dan tujuan pendidikan tercapai sesuai tuntutan zaman.

Dalam pemaparannya, Dr. Dian Aswita mengulas perkembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) di Indonesia. Ia menekankan bahwa pengembangan kurikulum harus berlandaskan regulasi yang jelas, salah satunya Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SN-Dikti 2023). 

Aturan tersebut memperkuat arah kebijakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada mutu serta relevansi lulusan. Menurut Dr. Dian, penerapan OBE menjadi kebutuhan mendesak agar perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kompeten di dunia kerja dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dr. Dian kemudian memaparkan tiga tahapan utama penyusunan dokumen kurikulum sebagai dasar implementasi OBE. Ia menjelaskan secara rinci alur penyusunan mulai dari penetapan profil lulusan yang sejalan dengan visi keilmuan program studi, hingga penurunan ke Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), baik secara umum maupun khusus.

CPL tersebut kemudian diformulasikan lebih teknis ke dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL), sehingga arah capaian pembelajaran menjadi lebih jelas, terukur, dan kontekstual. “Dengan model ini, perguruan tinggi bisa lebih fokus mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing,” jelasnya.

Diskusi interaktif ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para dosen FTIK. Pertukaran gagasan dan pengalaman memperkaya pemahaman bersama, sekaligus memperkuat kesiapan fakultas dalam menjalankan transformasi kurikulum menuju OBE.

Melalui forum akademik ini, FTIK menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan global. Dengan langkah nyata menuju OBE, FTIK berharap dapat menjadi motor penggerak perubahan pendidikan tinggi yang lebih bermutu dan relevan dengan kebutuhan zaman.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved