Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

Aid, Kutu Buku Rembang Pencinta anime dan Sejarah Kritisi Mitos dalam Tafsir

Sosok wisudawan terbaik kerap identik dengan mahasiswa yang disiplin belajar setiap hari dan penuh target akademik sejak awal kuliah

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Mohammad Jahid Mahasiswa lulusan Program Studi S1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM), dalam prosesi Wisuda Periode Mei 2026 UIN Walisongo Semarang yang digelar Sabtu (23/5/2026) di Auditorium II Kampus III Gedung Tgk Ismail Yaqub. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Sosok wisudawan terbaik kerap identik dengan mahasiswa yang disiplin belajar setiap hari dan penuh target akademik sejak awal kuliah.

Namun gambaran itu tampaknya tidak sepenuhnya melekat pada Mohammad Jahid atau akrab disapa Aid, lulusan Program Studi S1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM), dalam prosesi Wisuda Periode Mei 2026 UIN Walisongo Semarang yang digelar Sabtu (23/5/2026) di Auditorium II Kampus III Gedung Tgk Ismail Yaqub.

Mahasiswa asal Rembang itu justru mengaku tak pernah menargetkan predikat wisudawan terbaik sejak semester awal.

Fokusnya sederhana: mendalami ilmu yang ia cintai—tafsir, sejarah agama, dan literasi.

“Jujur saya kaget,” ujarnya mengenang momen saat notifikasi di ponselnya muncul.

Awalnya, Aid mengira pesan tersebut hanya candaan dari teman-temannya.

Namun setelah membaca isi percakapan, ia baru menyadari dirinya terpilih menjadi wisudawan terbaik FUHUM.

“Ini sebuah kehormatan besar. Seingat saya, baru kali ini pengetahuan saya mendapat apresiasi formal,” katanya.

Alih-alih mengejar gelar prestisius, Aid sejak awal lebih sibuk menuruti rasa ingin tahunya terhadap dunia ilmu pengetahuan.

Ia menyebut dirinya sebagai “maniak buku”—penggemar sejarah agama-agama, kutu buku, pencinta film, anime, hingga budaya populer.

Baginya, menjadi wisudawan terbaik seperti bunga yang lama ditanam tanpa pernah terlihat mekar, lalu tiba-tiba berkembang di saat yang tak terduga.

“Ibarat bunga yang saya tanam tak pernah mekar, tetapi akhirnya mekar jua,” ungkapnya.

Skripsi Tak Lazim: Membongkar Kisah Mitologis Ikan Nun

Daya tarik Aid tidak berhenti pada kisah personalnya. Skripsi yang ia tulis pun tergolong unik dan tidak biasa.

Ia mengangkat penelitian berjudul “Kritik Kisah Isrā’īliyyāt Ikan Nūn dalam Kitab Jāmi’ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān Karya al-Ṭabarī”.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved