Sosok Teladan Penerima Beasiswa TELADAN, dari Samosir ke Semarang
Terlahir dari keluarga sederhana, memacunya berusaha dan belajar lebih keras hingga akhirnya masuk Undip dan mendapat beasiswa
TRIBUNJATENG.COM - Andreas Bakara Sitanggang, mahasiswa Ekonomi Universitas Diponegoro, adalah sosok teladan penerima Beasiswa TELADAN (Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan) dari Tanoto Foundation.
Andre, sapaan akrabnya, lahir di Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, 20 tahun lalu.
Dari kampung halamannya menuju Medan, ibukota Sumut, dibutuhkan waktu tempuh enam jam perjalanan darat.
Andre masuk FEB Undip melalui jalur SB-UB, yaitu jalur prestasi khusus yang diberikan kepada siswa berprestasi.
"Kebetulan aku sendiri masuk jalur SB-UB. Jalur ini merupakan jalur prestasi khusus yang diberikan oleh Undip untuk mahasiswa yang berprestasi di masa SMA. Kita harus melampirkan sertifikat-sertifikat lomba semasa SMA," kata Andre kepada Tribunjateng.com, beberapa waktu lalu.
Mahasiswa angkatan 2024 ini mengaku motivasinya merantau datang dari kondisi pendidikan di Samosir.
"Modal aku sendiri karena dorongan diri sendiri. Aku tahu kualitas pendidikan di daerah dengan kota itu jomplang. Fasilitas di Samosir tidak sebaik di Jawa. Itu yang buat aku harus effort lebih besar. Puji Tuhan, aku sempat masuk USU (Universitas Sumatera Utara) jurusan Ekonomi, tapi aku lebih memilih Undip yang juga merupakan mitra Tanoto," Paparnya.
Andre merupakan lulusan SMAN 1 Pangururan, Kabupaten Samosir.
Ia aktif mengikuti lomba akademik maupun non-akademik.
Maka tak heran jika sertifikat yang ia kumpulkan banyak.
"Yang aku lampirkan ada Olimpiade Sains Nasional bidang Ekonomi, Olimpiade Ekonomi yang digelar USU, English Speech Competition dari Polres Samosir, juga lomba puisi. Jadi cukup beragam," jelasnya.
Terlahir dari keluarga sederhana, memacunya berusaha dan belajar lebih keras.
Ibunya seorang PNS di Kabupaten Samosir, ayahnya bekerja di bidang kelapa sawit.
Motivasi Andre mencari beasiswa juga lahir dari kondisi keluarga.
“Karena orang tua saya PNS, saya cukup terhalang mendapatkan beasiswa di SMA. Banyak sekali beasiswa hanya untuk keluarga kurang mampu. Padahal saya sejak SMA selalu juara 1 umum, tapi tidak bisa mendapatkan beasiswa karena tidak memenuhi kriteria. Itu yang membuat saya sudah mencari Beasiswa Teladan dari Tanoto Foundation sejak SMA,” katanya.
| Belajar dari yang Viral, Cara Baru Sekolah Menggerakkan Masyarakat |
|
|---|
| Indah Mulyati, Belajar Dampingi Tumbuh Kembang Anak lewat Kelas Stimulasi |
|
|---|
| Sinergi Menyelamatkan Anak dari Cengkeraman Digital |
|
|---|
| Learning Velocity, Ketika Sekolah Harus Belajar Lebih Cepat dari Perubahan |
|
|---|
| Tanoto Foundation Dorong Edukasi Stunting di Banyumas Libatkan Media |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250903_Andreas_undip.jpg)