Berita Semarang
Pasar Johar Semarang: Dari Pohon Johar hingga Ikon Arsitektur Tropis Modern
Pasar Johar sejak lama menjadi denyut nadi perdagangan rakyat Semarang. Namanya diambil dari deretan pohon johar (Cassia siamea)
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
Arsip-arsip tersebut memperkuat kesaksian visual atas rancangan Karsten dan kondisi Johar di masa kolonial.
Menurut, Tri Budi pemerhati sejarah Kota Semarang, keberadaan Pasar Johar tidak bisa hanya dilihat dari fungsinya sebagai tempat jual-beli.
“Pasar Johar bukan sekadar pasar atau ikon kota. Ia adalah sejarah hidup Semarang, yang mencatat denyut ekonomi, sosial, hingga perjumpaan lintas budaya. Dari masa kolonial hingga sekarang, Johar menjadi bukti bagaimana ruang perdagangan rakyat bisa membentuk identitas kota,” ujarnya, Sabtu (20/9/2025).
Lebih jauh, ia menyebut arsitektur rancangan Herman Thomas Karsten yang berdiri pada 1939 itu menjadi bukti modernisme tropis yang disesuaikan dengan iklim dan kehidupan masyarakat Jawa.
Sementara dalam buku Semarang Tempo Doeloe, Pasar Johar digambarkan sebagai jantung perdagangan kota.
Buku tersebut mencatat bahwa kawasan alun-alun Johar pada abad ke-19 menjadi pusat interaksi sosial-ekonomi, di mana pedagang dari berbagai etnis, Jawa, Cina, Arab, dan Belanda bertemu untuk berdagang.
Selama puluhan tahun Pasar Johar menjadi pusat ekonomi rakyat Semarang. Ribuan pedagang menempati kios dan los, menjual mulai dari sayur, pakaian, hingga emas.
Johar bukan hanya ruang dagang, tetapi ikon kota titik temu antara arsitektur modern Belanda dengan denyut kehidupan Jawa.
Meski sempat terbakar pada 2015 dan menjalani revitalisasi besar-besaran, semangat Pasar Johar tetap bertahan. Bangunan hasil rancangan Karsten dipertahankan sebagai warisan arsitektur, sekaligus pusat perdagangan yang kembali hidup untuk masyarakat Semarang masa kini.
Lalu, bagaimana kondisi Pasar Johar sekarang?
Pasar Johar, ikon perdagangan dan cagar budaya Kota Semarang, berdiri kembali setelah melalui proses revitalisasi pasca kebakaran 2015.
Bangunan utama telah diperbaiki dengan mempertahankan ciri khas arsitektur kolonial karya Herman Thomas Karsten, seperti kolom jamur dan atap tinggi yang mendukung sirkulasi udara alami.
Fasilitas modern juga ditambahkan, antara lain CCTV, sistem pemadam kebakaran ringan, genset cadangan, dan drainase yang lebih baik.
Pasar Johar kini terbagi dalam tiga blok utama, Johar Utara, Johar Tengah, dan Johar Selatan, dengan ribuan pedagang sudah menempati kios maupun los.
Namun, meski kondisi fisik lebih rapi, bersih, dan tertata, aktivitas perdagangan belum kembali seramai dulu.
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Jumat 15 Mei 2026: Hujan Ringan |
|
|---|
| Long Weekend dan Musim Timur Bawa Berkah, Pelaku Wisata Mancing di Semarang Kebanjiran Order |
|
|---|
| Memaknai Kenaikan Yesus Kristus, Pdt Andreas Ajak Umat Bersukacita |
|
|---|
| Liburan Berujung Maut, Siswa SD Tewas Tertimpa Patung di Museum Ranggawarsita Semarang |
|
|---|
| "Ada yang Sempat Tak Mau Makan 7 Bulan" Cerita Petugas Damkar Semarang Rawat Ular Hasil Rescue |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250921_pasar-johar.jpg)