Berita Semarang
Pasar Johar Semarang: Dari Pohon Johar hingga Ikon Arsitektur Tropis Modern
Pasar Johar sejak lama menjadi denyut nadi perdagangan rakyat Semarang. Namanya diambil dari deretan pohon johar (Cassia siamea)
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
Sejumlah pedagang mengeluhkan ukuran kios yang kecil, penataan yang terlalu kaku, serta berkurangnya jumlah pengunjung.
Infrastruktur jalan di sekitar pasar, seperti Jalan Pedamaran, juga masih rusak dan mengganggu akses pembeli.
"Memang semakin bagus dan rapi, tapi semakin sepi. Entah pasar yang lesu atau memang mulai ditinggalkan oleh pembeli," terang Santoso satu di antara pedagang di Pasar Johar.
Pemerintah Kota Semarang juga berupaya menghidupkan kembali pasar dengan memperpanjang jam operasional hingga malam hari, meski efektivitas kebijakan ini masih dipertanyakan oleh para pedagang.
Dari sisi perdagangan kebutuhan pokok, Johar tetap menjadi acuan harga. Beberapa komoditas seperti beras dan bawang menunjukkan tren harga stabil setelah sebelumnya mengalami kenaikan.
Secara fisik, Pasar Johar kini megah dan terawat sebagai bangunan bersejarah, tetapi secara ekonomi masih berjuang untuk mengembalikan keramaian dan fungsi sosialnya sebagai pusat perdagangan rakyat Semarang.
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Jumat 15 Mei 2026: Hujan Ringan |
|
|---|
| Long Weekend dan Musim Timur Bawa Berkah, Pelaku Wisata Mancing di Semarang Kebanjiran Order |
|
|---|
| Memaknai Kenaikan Yesus Kristus, Pdt Andreas Ajak Umat Bersukacita |
|
|---|
| Liburan Berujung Maut, Siswa SD Tewas Tertimpa Patung di Museum Ranggawarsita Semarang |
|
|---|
| "Ada yang Sempat Tak Mau Makan 7 Bulan" Cerita Petugas Damkar Semarang Rawat Ular Hasil Rescue |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250921_pasar-johar.jpg)