Berita Semarang
Waspada Nyamuk 'Lebih Ganas' di Musim Panas Semarang, Risiko DBD Naik
Cuaca panas ekstrem yang terjadi di Kota Semarang belakangan dikhawatirkan mengganggu kesehatan.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
Ia mengimbau masyarakat untuk mencukupi kebutuhan cairan minimal 8–10 gelas air per hari, menghindari makanan tinggi kalori, gula, dan garam, serta menggunakan pelindung diri seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.
Untuk lansia, ia menambahkan, ada obat-obatan tertentu yang justru dapat meningkatkan suhu tubuh.
Oleh karena itu, Dinkes meminta tenaga kesehatan di Puskesmas untuk memberi informasi yang jelas kepada pasien terkait risiko tersebut, dan menyarankan lansia agar tidak terlalu sering keluar rumah jika tidak mendesak.
"Kalau misalnya ke luar pun dia harus tetap menambah konsumsi cairan," ucapnya.
Dari data Dinas Kesehatan, ia menyebut dampak cuaca panas paling terasa di dua sektor yakni kesehatan ibu dan anak serta kasus demam berdarah.
Baca juga: 2 Kecelakaan Maut di Arteri Yos Sudarso Semarang, Rentang Waktu Cuma 10 Jam
Secara teori, setiap kenaikan suhu 1 derajat Celsius dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan balita sebesar 1 persen.
Untuk mengantisipasi hal ini, kata Hakam, Dinkes Semarang telah melakukan edukasi intensif kepada ibu hamil sejak tiga tahun terakhir, terutama mengenai bahaya dehidrasi yang bisa memicu preeklamsia — salah satu kondisi kegawatdaruratan saat kehamilan yang berisiko kematian saat persalinan.
"Maka mitigasi itulah yang kemudian kita lakukan sejak 3 tahun yang lalu dengan cara menyampaikan edukasi kepada Ibu hamil," imbuhnya. (idy)
| Pickleball Hadir di Kota Semarang: Olahraga Ramah Segala Usia |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Minggu 14 Juni 2026: Pagi Cerah Berawan, Sore Berpotensi Hujan Ringan |
|
|---|
| Pentolan Aktivis 98 Budiman Sudjatmiko Minta Mahasiswa Pahami Cita-cita Besar Prabowo Subianto |
|
|---|
| Gugatan Rp16 M, Kuasa Hukum Yoyok Sukawi Soroti Permintaan Sita Aset Rp107,7 Miliar |
|
|---|
| Ratusan Warga Ikut Baca Senyap di Gramedia Jalma Semarang KPG Sebut Literasi Jadi Ruang Rawat Nalar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251012_jalan-Pahlawan-Kota-Semarang_1.jpg)