Semarang
Kisah Harapan dari Program Operasi Gratis Bibir dan Lelangit di Semarang
Senyum kecil itu akhirnya kembali. Senyum yang dulu sempat hilang ketika Candra Irawan melihat putranya lahir dengan kondisi berbeda.
Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf
Kini, anaknya bisa tersenyum seperti anak-anak lain.
“Saya sangat terbantu. Rasanya seperti melihat anak saya mendapatkan hidup barunya,” ujar Candra penuh syukur saat ditemui Tribun Jateng di RS Panti Wilasa Citarum Semarang, Kamis (20/11/2025) sore.
Anak Candra adalah bagian dari 13 pasien yang menerima operasi gratis hasil kolaborasi antara PT ASDP Indonesia Ferry, Smile Train Indonesia, dan RS Panti Wilasa Citarum Yakkum Semarang.
Direktur RS Panti Wilasa Citarum, Kriswidiati, mengatakan rumah sakit berkomitmen terus memperluas jangkauan informasi agar semakin banyak keluarga dapat mengakses layanan ini.
“Kami akan layani dan akan kami jemput pasien, sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Country Manager Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, mendorong peningkatan pendampingan nutrisi praoperasi dan terapi wicara pascaoperasi.
Ini penting, karena Indonesia menempati peringkat ke-3 dunia setelah China dan India dalam jumlah kasus bibir sumbing.
Deasy menegaskan bahwa kelahiran dengan bibir sumbing tidak ada kaitannya dengan mitos.
"Penyebabnya bisa berasal dari kurangnya nutrisi saat kehamilan, paparan radiasi, konsumsi obat tertentu, hingga faktor keturunan. Yang pasti, kondisi ini bisa diperbaiki melalui operasi kurang dari satu jam," terangnya.
Bayi dengan kondisi sumbing sering kali menghadapi risiko besar, baik medis maupun sosial. Namun setiap anak berhak untuk tersenyum, tumbuh, dan hidup seperti anak lainnya. (*)
| Update Kebakaran Gudang Kayu KIC Semarang: 2 Forklift dan Wheel Loader Ikut Terbakar |
|
|---|
| Halte BRT Semarang Diseruduk Pikap, Kini Tak Bisa Digunakan Sementara |
|
|---|
| Pertumbuhan Bisnis dan Mobilitas Warga Dorong Pemanfaatan Videotron di Semarang |
|
|---|
| Tiga Lapak PKL Liar dan Area Parkir Tak Berizin di Samping The Park Mall Dibongkar |
|
|---|
| Dua Mata Pisau Influencer Berdampak ke Pariwisata Kota Semarang, Akurasi Konten Jadi Sorotan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251120_WAJAH-SYUKUR-Candra-Irawan-seorang-ayah.jpg)