Kota Semarang
Silayur Berbahaya, Warga Protes: Pemkot Tak Mampu? Tunjangan DPRD Miliaran Rupiah!
Sebuah truk bermuatan pasir kembali mengalami gagal menanjak di Tanjakan Silayur, Ngaliyan..
Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf
Data tersebut menunjukkan bahwa anggaran untuk kebutuhan DPRD tetap berjalan mulus tanpa adanya pemotongan signifikan.
Sementara proyek melandaikan Silayur yang menyangkut keselamatan publik justru disebut tidak mampu dibiayai.
Kondisi ini membuat warga mempertanyakan prioritas anggaran pemerintah.
Djohan menilai pemerintah seharusnya berani melakukan evaluasi menyeluruh dan mengalihkan sebagian anggaran non-prioritas untuk penanganan lokasi rawan kecelakaan seperti Silayur.
Ia berharap Pemkot Semarang dan DPRD bersama-sama merumuskan solusi yang nyata, termasuk penegakan hukum terhadap truk pelanggar, rekayasa ulang ruas jalan, penjagaan petugas, hingga pengaturan jam operasional truk.
Selama penanganan hanya sebatas larangan tanpa pengawasan, warga percaya bahwa kecelakaan serupa akan terus berulang.
Tanjakan Silayur hingga kini masih menjadi titik yang menunggu korban berikutnya jika tidak segera ditangani secara serius oleh pemerintah. (*)
| Penjelasan Dinas Kesehatan Soal Hantavirus di Kota Semarang |
|
|---|
| Respons Wali Kota Agustina Soal Tanah Gerak di Kalialang: Siapkan Pengungsian Sementara |
|
|---|
| "Melaut Malah Tekor" Nasib Nelayan di Pesisir Semarang saat Solar Langka dan Dexlite Mahal |
|
|---|
| 41 dari 130 Armada Diremajakan, BRT Trans Semarang Dikejar Tuntas September 2026 |
|
|---|
| Ada 174 SPPG Aktif di Kota Semarang, BGN Minta Pengawasan Ketat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251203_INFOGRAFIK-Rekam-jejak-kecelakaan-di-tanjakan-silayur.jpg)