Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Profil AKBP Didik, Lulusan Akpol Semarang 2004 Diduga Beli Alphard Dari Uang Suap Bandar Narkoba

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang tahun 2004 dinonaktifkan karena terima uang buat beli Alphard

Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
KAPOLRES - Setelah AKP Malaungi dipecat atau PTDH, kini Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menonaktifkan AKBP Didik Putra Kuncoro dari jabatan Kapolres Bima Kota. Hal itu juga telah dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid pada Kamis (12/2/2026). 

Selanjutnya, Koko Erwin membuat janji bertemu dengan AKP Malaungi di Hotel Marina Inn, Kota Bima.

Pertemuan dilakukan di salah satu kamar yang berada di lantai empat.

Dalam pertemuan tersebut, AKP Malaungi seorang diri menemui Koko Erwin.

 "Di kamar itu, klien kami diberikan 488 gram sabu yang diamankan di rumah dinasnya itu. Setelah diterima, sabu dibawa ke mobil dan disimpan di rumah dinas,"ucap Asmuni.

Sabu dari Koko Erwin tersebut hanya bersifat dititipkan, bukan untuk diedarkan.

Sabu itu ibarat jaminan bagi Koko Erwin.

"Jadi, kalau sisa Rp 800 juta dari Rp 1,8 miliar sudah dikirim, baru sabu itu diambil untuk diedarkan Koko Erwin di Kota Bima,"ujarnya.

Penjelasan tentang aliran uang Koko Erwin sebagai bandar narkoba ini telah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) AKP Malaungi dalam status tersangka pada penyidikan Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB.

"Dan apa yang saya sampaikan ini turut kami sertakan dalam BAP berupa bukti 'chat' (pesan WhatsApp), bukti penerimaan uang melalui ajudan kapolres dan rekaman CCTV di hotel, semua lengkap,"jelas Asmuni.

"Jadi, ini bentuk tekanannya, klien kami (AKP Malaungi) dibebankan untuk membeli atau memberikan satu unit mobil ini,"sambung Asmuni.

Bahkan, kata Asmuni, AKP Malaungi sempat menceritakan masalah yang dihadapinya kepada sang istri.

Karena, kalau tidak dipenuhi, maka jabatan AKP Malaungi sebagai Kasat Narkoba jadi taruhannya. 

"Dari mana saya dapat uang sebanyak itu untuk beli mobil Alphard?”curhat AKP Malaungi kepada istrinya.

Atas curhatan AKP Malaungi tersebut, sang istri pun menyarankan suaminya agar melepaskan saja jabatan Kasat Narkoba tersebut. 

Alasannya, terlalu berat beban untuk mencari uang untuk membeli mobil Alphard.

Profil AKBP Didik Kuncoro Putro 

AKBP Didik lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 30 Maret 1979.

Ia merupakan lulusan ulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2004 dengan jabatan terakhir sebagai Kapolres Bima Kota.

Sebelum itu, AKBP Didik memiliki karier yang cukup panjang di bidang reserse dan operasional.

Usai lulus Akpol, ia mengawali karier kepolisiannya dengan bertugas di Polda Gorontalo selama dua tahun. 

Kemudian pindah ke Polda Metro Jaya dengan menjabat sebagai Kaurbinopsnal Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan hingga Wakapolres Tangerang Selatan.

AKBP Didik mulai bertugas di NTB tahun 2020 dengan jabatan strategis seperti Kasubdit I Ditreskrimum, Kasubdit IV Ditreskrimsus, dan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB.

Selanjutnya, AKBP Didik menjabat Kapolres Lombok Utara mulai 2023–2025. 

Baca juga: Sosok AKP Malaungi, Kasat Narkoba yang Malah Jadi Pengedar, di Rumahnya Tersimpan Sabu Siap Edar

Lalu pada 14 Januari 2025, ia resmi dilantik sebagai Kapolres Bima Kota menggantikan AKBP Yudha Pranata.

Pada Februari 2026, AKBP Didik dicopot dari Kapolres Bima Kota.

"Kapolres (AKBP Didik) sudah dinonaktifkan," kata Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid pada Kamis (12/2/2026). (*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul KRONOLOGI Bandar Narkoba Diduga Belikan Mobil Toyota Alphard Terbaru untuk Kapolres Bima Kota

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved