Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penyalahgunaan Obat

Lima Anak di Tegal Jadi Pemakai Obat Keras Berbahaya

Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, melakukan pendampingan secara langsung kepada orang tua dan anak-anak di bawah umur.

Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Dok Pemkot Tegal
MEMBERI ARAHAN - Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, melakukan pendampingan secara langsung kepada orang tua dan anak-anak di bawah umur yang terindikasi menyalahgunakan obat-obatan terlarang di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal, Selasa (7/4/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KOTA TEGAL - Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, melakukan pendampingan secara langsung kepada orang tua dan anak-anak di bawah umur yang terindikasi menyalahgunakan obat-obatan terlarang di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal, Selasa (7/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan setelah adanya laporan terkait lima anak yang tengah menjalani pendampingan akibat penyalahgunaan obat keras berbahaya.

Tazkiyyatul Muthmainnah mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari Kepala BNN Kota Tegal mengenai adanya kasus tersebut dan langsung berupaya memberikan pendampingan dukungan moril kepada anak-anak serta orang tua mereka.

“Jadi hari ini saya datang ke BNN mendapatkan informasi dari Kepala BNN bahwa hari ini ada lima anak yang sedang dilakukan pendampingan terkait penyalahgunaan obat keras, obat berbahaya,” ujarnya.

Baca juga: Waspada Dampak El Nino! Dinkes Kabupaten Tegal Monitor Ketat Potensi Lonjakan ISPA dan Diare

Menurutnya, permasalahan tersebut tidak lepas dari kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak di lingkungan keluarga. Ia menekankan pentingnya membangun kedekatan emosional sebagai langkah pencegahan.

“Komunikasi antara orang tua dan anak ini belum terbuka. Ini yang perlu kita tingkatkan, bagaimana membangun kedekatan antara orang tua dan anak,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti peredaran obat-obatan yang diduga berasal dari luar lingkungan sekolah. Hal ini, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius untuk diputus rantainya.

“Ketika kita cari informasi, anak-anak ini mendapatkan obat itu dari teman di luar sekolah. Ini yang perlu kita usut karena yang kita perlukan adalah memutus mata rantai peredaran obat-obatan ini,” tegasnya.

Pemerintah Kota Tegal, lanjutnya, akan memperkuat kerja sama dengan BNN, termasuk menyiapkan sistem pencegahan melalui edukasi di sekolah-sekolah.

“Kita akan minta BNN untuk menyiapkan sistem atau mekanisme semacam SOP, sehingga guru-guru juga tahu cara deteksi terhadap anak-anak yang terindikasi penyalahgunaan obat,” jelasnya.

Tazkiyyatul juga berpesan kepada orang tua agar tidak menghakimi anak, melainkan memberikan dukungan dan kasih sayang agar anak dapat kembali ke arah yang benar.

“Jangan memberikan mereka justifikasi bahwa mereka salah, tapi peluk mereka, dekat mereka, berikan kasih sayang. Yakinkan bahwa ini bukan akhir segalanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Tegal Kunarto, menjelaskan bahwa kasus serupa kerap ditemukan dan sebagian besar berasal dari hasil deteksi pihak sekolah.

“BNN setiap hari Senin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Selain itu, ada tim Screening Intervensi Lapangan yang berkoordinasi dengan guru BK untuk mendeteksi anak-anak yang memiliki indikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah kasus yang datang ke BNN Kota Tegal cukup tinggi, bahkan hampir setiap hari terdapat laporan baru.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved