Wujudkan Smart Village, Pemkab Batang Terus Kembangkan Desa Berbasis IT

Pemerintah Kabupaten Batang terus mengupayakan Pemerintahan Desa berbasis Informasi Teknologi (IT).

Wujudkan Smart Village, Pemkab Batang Terus Kembangkan Desa Berbasis IT
IST
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades), Agung Wisnu Barata saat serah terima Berita Acara dengan Kepala Bidang Kehumasan dan Kerjasama STIMIK Widya Pratama, Hari Agung beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang terus mengupayakan Pemerintahan Desa berbasis Informasi Teknologi (IT).

Upaya yang dilakukan tidak hanya oleh Dinas Komunikasi dan Informasi saja dalam penguatan IT.

Pemkab juga melakukan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Widya Pratama Pekalongan.

Untuk penguatan kerjasama tersebut, Bupati Batang Wihaji telah menadatangani memorandum of understanding atau (MoU), tentang Pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Batang.

Melalui kerjasama dengan STIMIK Widya Pratama Pekalongan Dinas pemberdayaan Masyarakat Desa, dalam Pemilihan kepala desa serentak yang berlangsung 29 September mendatang akan dilakukan metode penghitung cepat, namun tetap menjaga kearifan lokal poses pilkades.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa DR. Agung Wisnu Barata mengatakan MoU juga dikuatkan dengan kerjasama program magang yang merupakan bentuk pengabdian para civitas akademi bisa belajar dan melakukan penelitian.

Agar nantinya bisa dikonsumsi oleh masyarakat secara luas atau ada penemuan-penemuan atau inovasi yang pada akhirnya bisa membantu masyarakat terkait informasi teknologi.

"Mahasiswa bisa belajar tentang sistem keuangan desa informasi desa (Sikuedes) melakukan Penelitian dan Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat," tutur Agung Wisnu Barata saat ditemui di kantornya Senin (12/8/2019).

Tidak hanya itu, untuk melaksnakan program Smart Village perangkat desa juga akan mendapatkan bimbingan teknis terkait pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel yang berbasis IT.

"Selain itu Perangkat desa juga akan mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan Sistem Informasi Desa, yang berbasis aplikasi online berbasis website," jelasnya.

Menurutnya, memasuki revolusi industri 4.0 sistem informasi desa juga harus mampu terintegrasi, mempermudah, dan mempercepat pengelolaan data, pelayanan publik, serta manajemen informasi untuk pemerintahan di tingkat desa.

"Dengan aplikasi Sistem Informasi Desa masyarakat akan mudah mengakses informasi tentang profil desa mulai dari administrasi kependudukan, perencanaan, pelaporan data, pengelolaan aset, pengelolaan anggaran, monitoring proyek, komunikasi publik untuk potensi desa, layanan publik, dan beberapa kebutuhan lain sesuai kebutuhan desa, yang secara terus-menerus update dikembangkan," pungkasnya. (din)

BREAKING NEWS: Kasus Jasad Tinggal Tulang di Tegal Terungkap, Ada Pelaku Perempuan

Sidang Pra Peradilan Tabrak Lari Overpass Manahan Solo, Sigit Minta Kompol Busroni Dihadirkan

Calon Terpilih Anggota DPRD Karanganyar Dapat Dilantik Bila Sudah Melaporkan LKHPN

Misteri Jasad Tinggal Tulang di Tegal Terungkap, Ayah Korban : Pelaku Masih Saudara Saya

Penulis: dina indriani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved