Dukung Sektor Perfilman dan Pariwisata, Pemkot Semarang Akan Hadirkan Indiskop
Indiskop adalah ruang putar untuk film-film nasional, yang akan mengacu pada kegiatan ekonomi dalam industri film Indonesia
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan pengembangan sektor pariwisata saja, Pemerintah Kota Semarang juga terus berupaya menambah ruang bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakat dan kreatifitasnya, khususnya di bidang perfilman.
Hal itu dilakukan salah satunya dengan melakukan penandatanganan MoU dengan PT. Kreasi Anak Bangsa (Keana Films-Production) tentang Penyelenggaraan Bioskop Rakyat (Indiskop) di Kota Semarang, Rabu (8/1) lalu.
Indiskop adalah ruang putar untuk film-film nasional, yang akan mengacu pada kegiatan ekonomi dalam industri film Indonesia, dan juga sebagai ruang untuk berbagai kegiatan kreatif.
• BREAKING NEWS: Tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo Demak Jebol Lagi, Warga Diharapkan Siaga
• Gerhana Bulan 2020 Besok Sabtu 11 Januari 2020, Umat Muslim Dianjurkan Salat Gerhana
• Emak-emak Asal Salatiga Ini Hajar Mantan Pacar Anaknya Pakai Helm, Suntoro dan Ahmad Ikut Aniaya
• Kombes Saptono Soal Hasil Autopsi Racun Atau Bahan Kimia di Tubuh Lina Mantan Sule, Teddy Tak Tuntut
Pemerintah kota Semarang bermaksud meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan penyediaan Bioskop Edusinema dan ruang publik berupa Indiskop untuk masyarakat Kota Semarang.
Seusai penandatanganan, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan bahwa MOU ini menjadi sebuah titik awal Kota Semarang menjadi tempat untuk memasyarakatkan perfilman nasional Indonesia.
"Ini sebuah upaya percepatan pertumbuhan ekonomi dan transfer teknologi, sehingga Indiskop tidak hanya sebagai bioskop murah saja tetapi juga dapat mengubah sebuah wilayah menjadi wilayah pusat ekonomi dengan cita rasa nasional sehingga Semarang bisa menjadi tujuan pariwisata," tutur Hendi, biasa wali kota disapa.
Di samping untuk menjangkau semua kalangan supaya bisa nonton film di bioskop, Indiskop juga hadir untuk menekan angka pembajakan film sehingga masyarakat bisa lebih menghargai sineas lokal.
Sementara terkait lokasi Indiskop, Hendi mengemukakan pihaknya menawarkan tiga kawasan, yaitu
Kawasan Kota Lama, Pasar Bulu dan Kecamatan Tugu yang dekat dengan Kabupaten Kendal sehingga bisa menjadi alternatif tempat pembangunan bioskop rakyat.
Hendi juga berharap agar kerja sama ini segera terwujud dan tidak hanya seremoni saja, sehingga dapat memajukan pariwisata Kota Semarang.
Sementara Direktur Utama PT. Kreasi Anak Bangsa yang juga seorang aktris peraih Piala Citra, Marcella Zalianty, mengatakan bahwa gagasannya untuk mendirikan indiskop adalah untuk membuat jaringan bioskop pertama yang menyasar segmen ekonomi menengah (middle low).
Menurutnya MoU yang dilakukan bersama Pemerintah Kota Semarang tentang pendirian Indiskop ini adalah kerja sama yang kedua setelah sebelumnya hadir di kota Jakarta.
Dengan adanya Indiskop, Marcella berharap tidak hanya perfilman nasional lebih luas bisa ditonton oleh seluruh lapisan masyarakat, namun sekaligus bisa menjadi ruang kreatif bagi anak muda agar bisa lebih berpartisipasi dalam meningkatkan industri ekonomi kreatif dan perfilman.(*)
• Nasib Kiper Ketiga PSIS Semarang Belum Jelas, Endang Subrata Beda Nasib Dibandingkan Fadli
• Di Depan Jokowi, Megawati Sebut Hendi Kader Berbakti dari Semarang
• Warga Kedungmundu Semarang Ini Cuma Butuh 30 Menit Bobol Mesin ATM dan Larikan Uang Rp 707 Juta
• Hasil Penyelidikan Falih al-Fayadh Menguak Mengapa Qassem Soleimani Terlacak Amerika Lalu Terbunuh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wali-kota-semarang-menandatangani-mou-pendirian-indiskop.jpg)