Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ternyata Paru-Paru Bisa Sembuhkan Kerusakan Akibat Rokok, Tapi Ada Syaratnya

Tidak banyak yang mengetahui apabila paru-paru memiliki kemampuan yang nyaris ajaib untuk memperbaiki mutasi kanker akibat merokok.

TRIBUNJATENG.COM - Tidak banyak yang tahu, ternyata secara ajaib paru-paru bisa menyembuhkan kerusakan akibat rokok.

Akan tetapi, menurut para ilmuwan, syaratnya adalah berhenti merokok agar organ ini dapat bekerja memperbaiki kerusakan tersebut.

Melansir BBC Indonesia, Sabtu (1/2/2020), paru-paru memiliki kemampuan yang nyaris ajaib untuk memperbaiki mutasi kanker akibat merokok.

Kecelakaan di Pantura Demak, Pengendara Kawasaki Ninja 250 Tewas Terlindas 2 Truk

Pendiri Negara Rakyat Nusantara Ditangkap, Ternyata Eks Caleg Parpol Pimpinan Prabowo

Bendera Lambang Negara Rakyat Nusantara Ternyata Logo Merek Sepatu

Anak Nikita Mirzani Masuk TV, Bayarannya Mahal Seperti Sang Ibu

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini menunjukkan sejumlah sel yang lolos dari kerusakan akibat merokok dapat memperbaiki paru-paru.

Dari penelitian itu, seperti apakah dampaknya?

Buktinya, ditunjukkan pada pasien yang merokok 20 batang rokok atau sebungkus per hari selama 40 tahun, sebelum dia berhenti merokok.

Ribuan bahan kimia dalam asap tembakau merusak dan mengubah DNA dalam sel paru-paru.

Secara perlahan zat kimia itu akan mengubahnya dari yang semula sehat menjadi kanker.

Penelitian ini menemukan daya merusak tersebut terjadi dalam skala masif di dalam paru-paru para perokok, bahkan sebelum mereka menderita kanker.

Hasil penelitian menyebutkan, orang-orang yang berhenti merokok, hingga 40 persen dari sel mereka tampak seperti orang yang belum pernah merokok.

Sebagian besar sel diambil dari saluran udara para perokok yang telah dimutasi oleh tembakau.

Sel tersebut mengandung hingga 10.000 perubahan genetik.

"Ini dapat dianggap sebagai bom waktu mini, menunggu serangan berikutnya yang menyebabkan mereka berkembang menjadi kanker," ujar Dr Kate Gowers, salah satu peneliti di UCL (University College London).

Kendati demikian, sebagian kecil dari sel itu ternyata tidak rusak.

Sepertinya sel-sel tersebut akhirnya mampu menghindar dari kehancuran genetik akibat merokok.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved