Pemulangan WNI Eks ISIS

Keputusan Pemerintah! Tolak Pulangkan WNI Eks ISIS, Mungkin Terkecuali Anak Bawah 10 Tahun

Pemerintah memastikan tetap akan menolak pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang telah bergabung dengan ISIS atau eks ISIS.

Keputusan Pemerintah! Tolak Pulangkan WNI Eks ISIS, Mungkin Terkecuali Anak Bawah 10 Tahun
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. 

TRIBUNJATENG.COM, BOGOR - Pemerintah memastikan tetap akan menolak pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang telah bergabung dengan ISIS atau eks ISIS di Suriah Turki maupun di negara lainnya.

Meskipun demikian, saat ini Pemerintah Pusat masih berdiskusi guna mempertimbangkan anak-anak mereka.

Ada besar kemungkinan anak-anak mereka bisa dipulangkan, tetapi tidak dengan orangtua yang sudah pernah atau bahkan masih bergabung bersama kelompok radikalisme tersebut.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Menkopolhukam RI, Mahfud MD.

Itu disampaikannya seusai menggelar rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (11/2/2020).

Kecelakaan Motor di Sukoharjo - Laju Fattah Terlalu ke Kanan, Tabrak Pengendara Lawan Arah

Cek Rak Buangan Air Bawah Kulkas, Mungkin Jadi Sarang Jentik Nyamuk, Berpotensi Sebabkan DBD

Ambisi Widyantoro Bawa Persijap Jepara Naik Kasta Musim Ini, Masuk Jajaran Klub Liga 1

"Anak-anak di bawah 10 tahun akan dipertimbangkan case by case. Apakah anak itu di sana ada orangtua atau tidak," kata Mahfud MD.

Mahfud MD menjelaskan, data anak-anak di bawah usia 10 tahun yang berada di wilayah tersebut belum terdata secara pasti.

Mengacu pada data CIA, Mahfud mengatakan, ada 689 orang WNI eks ISIS, yakni 228 orang memiliki identitas, sisanya 401 tidak teridentifikasi dan (tidak) lengkap identitasnya.

Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan, langkah pemerintah mempertimbangkan kembali pemulangan anak-anak tersebut karena kekhawatirkan pernah mengikuti pelatihan teroris.

"Makanya, case by case," jelas Mahfud.

Halaman
1234
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved