Pemulangan WNI Eks ISIS

Keputusan Pemerintah! Tolak Pulangkan WNI Eks ISIS, Mungkin Terkecuali Anak Bawah 10 Tahun

Pemerintah memastikan tetap akan menolak pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang telah bergabung dengan ISIS atau eks ISIS.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. 

Dilansir dari Tribunnews.com, Selasa (11/2/2020), Ali Ngabalin menyebutkan kondisi ISIS kini tengah kalah.

Sehingga kemungkinan berpengaruh pada permintaan para WNI untuk dipulangkan ke Indonesia.

Ia menganggap sebaiknya WNI eks ISIS dibiarkan di negara yang sekarang ditinggali, baik Irak atau Suriah agar diadili pemerintah setempat.

"ISIS itu kan mempropaganda seluruh orang Islam yang punya pengetahuan akidah dan syariah yang sangat tipis, memahami sesuatu hitam putih," ungkap Ali Ngabalin.

"Sehingga mereka dengan gampang masuk ke Syiria, dan di ISIS."

"Dalam posisi inilah maka nanti mereka dihukum atau mereka harus menjalani proses itu di kedua negara ini," jelasnya.

Ali Ngabalin juga mengungkit soal WNI eks ISIS yang sudah membakar paspor Indonesia.

Untuk itu, identitas resmi para WNI eks ISIS pun sudah tidak ada sehingga mereka tak bisa mengklaim dirinya sebagai WNI.

"Bahwa kalau nanti kemudian dia menyebutkan masing-masing ada dari Filipina, mungkin dari Indonesia, dari negara-negara lain," kata Ali Ngabalin.

"Kalau dia datang kemudian menyebutkan 'Saya Filipina', mungkin dia bahasa Tagalog, mungkin dia datang dan bicara 'I am from Indonesia', bisa saja," sambungnya.

Halaman
1234
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved